Masyarakat di desa Rukam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melestarikan tradisi ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah.

"Memang setiap menjelang bulan suci Ramadhan kami beserta keluarga besar selalu mengunjungi makam keluarga untuk berziarah," kata salah seorang peziarah Ahmad Nabawi di TPU desa Rukam, Minggu pagi.

Ia menjelaskan kegiatan ziarah kubur biasanya dilaksanakan mulai 2 minggu menjelang bulan Ramadhan atau ketika telah memasuki bulan Sya'ban dalam kalender Hjiriah dimana masyarakat setempat juga mengisi bulan tersebut dengan tradisi "ruwahan".

"Dikenal dan banyak orang menyebutnya dengan bulan "ruwah" biasanya masyarakat menggelar tradisi "ruwahan" dengan membacakan surat Yasin di masjid maupun mengundang orang ke rumah," ujarnya.

Ia menjelaskan, selain berziarah dan memanjatkan doa, biasanya peziarah juga menaburkan bunga dan membersihkan makam keluarga seperti mencabuti rumput di sekitar makam.

Harapannya, kata dia, dari ziarah tersebut dengan mendoakan keluarga yang telah tiada akan mendapatkan ridho Allah SWT karena sebentar lagi akan memasuiki bulan suci Ramadhan yang penuh hikmah dan ampunan.

"Kami sama-sama berdoa karena untuk menyambut bulan puasa agar diberikan kesehatan dan kelancaran untuk menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan," katanya.

Sementara salah seorang petugas kebersihan makam, m.Abu di desa Rukam mengatakan sejak satu minggu ke belakang jumlah peziarah mulai meningkat.

"Jumlah peziarah datang mulai banyak paling terutama di hari Jumat kemarin ramai yang "nyekar," ujarnya.

Ia mengemukakan, hal ini sudah biasa terjadi terutama ketika akan menyambut bulan suci Ramadhan dimana pada pagi maupun sore hari peziarah ramai datang.

"Sudah biasa kalau jelang Ramadhan lebih ramai dari hari biasa cuma kalau sekarang bedanya peziarah menggunakan masker karena lagi musim virus corona," katanya.

Pewarta: Syahrul Efendi

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021