Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengapresiasi capaian program digitalisasi PT PLN (Persero) dalam mengelola bisnis tenaga listrik di Indonesia.

"Digitalisasi menjadi salah satu cara untuk melakukan monitoring efektivitas, utilisasi, maupun kondisi dari aset PLN," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Pahala menuturkan listrik tidak bisa dipisahkan dari budaya digital, sehingga penerapan transformasi digital tersebut merupakan cara yang tepat dalam mengelola bisnis.

Menurutnya, Kementerian BUMN memonitor secara langsung implementasi program digitalisasi PLN. Pertama adalah penerapan dari smart grid dan smart meter. Kedua, strategi digital distribution excellentdigital procurement, dan digital maintenance.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyampaikan bahwa perkembangan teknologi jadi bagian dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, PLN tidak mungkin bisa mengelola dengan semuanya dengan cara-cara yang masih manual.

"Kami berharap dengan penerapan transformasi ini maka upaya mencapai visi tersebut bisa lebih terakselerasi. Kami terus berinovasi dalam banyak hal, dari hulu sampai hilir, dari sisi energi primer, pembangkitan, sampai pada peningkatan kepuasan bagi pelanggan," katanya.

Zulkifli menambahkan digitalisasi akan membuat PLN bisa bergerak dengan cara pikir baru, cara berkomunikasi yang lebih efisien, cara memonitor yang lebih luas jangkauannya dan lebih terintegrasi, dan juga cara pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Beberapa capaian program digitalisasi yang berhasil mendorong kinerja adalah transformasi dispatch opimization dan digital procurement. Transformasi dispatch opimization menjadikan pengaturan sistem kelistrikan andal, kualitas dan ekonomis.

Di sisi lain, transformasi digital procurement menjadikan proses pengadaan terdigitalisasi secara end to end sehingga proses menjadi lebih transparan, simpel, dan efisien.

Selain mengapresiasi capaian transformasi digital PLN, Waki Menteri BUMN Pahala Mansury juga angkat jempol terkait capaian kinerja keuangan perseroan meski di tengah kondisi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Perusahaan setrum negara itu berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp6,6 triliun hingga semester I 2021.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi PLN semester I 2021 (unaudited), PLN mampu mencetak peningkatan penjualan tenaga listrik Rp140,5 triliun pada paruh pertama 2021, atau naik 3,7 persen dibandingkan capaian semester I 2020 sebesar Rp135,4 triliun.

Pewarta: Sugiharto Purnama

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021