Yakutsk (Antara Babel) - Ilmuwan Rusia memulai penelitian untuk mempelajari otak mammoth
yang masih terjaga baik dengan harapan bisa lebih memahami perilaku
binatang yang telah punah itu, kata Albert Protopopov dari Academy of
Sciences Yakutia
kepada Kantor Berita RIA Novosti.
Ini pertama kalinya ilmuwan bisa mendapatkan otak hewan yang hidup puluhan ribu tahun lalu, dan yang masih dalam kondisi baik, kata Protopopov.
Bayi Mammoth yang dinamai Yuka di temukan di Yakutia tahun 2010. Bayi mammoth itu diyakini hidup 39 ribu tahun lalu dan mati pada umur 10 tahun sampai 11 tahun. Menurut para ilmuwan otak Yuka masih dalam keadaan baik.
"Ini memungkinkan kami mempelajari tidak hanya morfologi, tapi juga, yang terpenting, memahami aspek perilaku mereka, sesuatu yang belum diketahui," kata Protopopov.
Karkas mammoth itu masih dalam keadaan baik, dengan tanda cakar dan gigi singa gua serta luka akibat perkakas batu pada manusia awal pada kulitnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2013
Ini pertama kalinya ilmuwan bisa mendapatkan otak hewan yang hidup puluhan ribu tahun lalu, dan yang masih dalam kondisi baik, kata Protopopov.
Bayi Mammoth yang dinamai Yuka di temukan di Yakutia tahun 2010. Bayi mammoth itu diyakini hidup 39 ribu tahun lalu dan mati pada umur 10 tahun sampai 11 tahun. Menurut para ilmuwan otak Yuka masih dalam keadaan baik.
"Ini memungkinkan kami mempelajari tidak hanya morfologi, tapi juga, yang terpenting, memahami aspek perilaku mereka, sesuatu yang belum diketahui," kata Protopopov.
Karkas mammoth itu masih dalam keadaan baik, dengan tanda cakar dan gigi singa gua serta luka akibat perkakas batu pada manusia awal pada kulitnya.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2013