Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menerima bantuan 500 ekor day old chick (DOC) ayam arab untuk meningkatkan produksi daging dan telur di daerah itu.
"Kami mendukungan dari Ditjen Peternakan untuk memperkuat populasi ternak unggas di daerah ini," kata Kasi Produksi Distanbunnak Babel, Gusvayetti di Pangkalpinang, Selasa.
Bantuan DOC ayam arab dari pemerintah pusat itu, kata dia, akan dikelola dan dikembangkan di UPT Balai Pembibitan Ternak Kepulauan Bangka Belitung.
"Dalam waktu dekat ini, kami akan menyalurkan bantuan DOC ini ke balai pembibitan dan diharapkan dikelola dan dikembangkan dengan baik," ujarnya.
Apabila peternakan ayam arab berkembang, kata dia, pihaknya akan menyalurkan jenis ayam itu kepada masyarakat agar usaha peternakan unggas ini makin baik dan dapat mengurangi ketergantungan daging dan telur dari luar daerah.
"Sampai saat ini, untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur ayam masyarakat, kita masih mengandalkan pasokan dari daerah sentra produksi ayam di Pulau Jawa dan Sumatra," ujarnya.
Menurut dia, ayam arab ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ayam kampung petelur karena produktivitas telur ayam ini relatif cukup tinggi jika dibandingkan ayam kampung biasa.
Produksi telur ayam arab rata-rata mencapai 60 persen, sedangkan ayam kampung biasa hanya mencapai 30 persen saja. Pada puncak produksi ayam arab mampu berproduksi hingga 85 persen.
"Peluang usaha ayam arab sangat baik karena harga telur ayam ini setara dengan ayam kampung biasa yang mencapai Rp2.500,00 per butir," ujarnya.
Untuk itu, dia berharap UPT Balai Pembibitan Ternak ini untuk mengembangkan ayam ini dengan baik dan dapat membantu peternak mendapatkan bibit yang berkualitas.
"Saat ini, harga telur dan daging ayam cukup tinggi karena pasokan dari luar yang kurang dan mudah-mudahan melalui pengembangan peternakan ayam arab ini dapat menekan harga telur dan daging ayam di pasaran," ujarnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015
"Kami mendukungan dari Ditjen Peternakan untuk memperkuat populasi ternak unggas di daerah ini," kata Kasi Produksi Distanbunnak Babel, Gusvayetti di Pangkalpinang, Selasa.
Bantuan DOC ayam arab dari pemerintah pusat itu, kata dia, akan dikelola dan dikembangkan di UPT Balai Pembibitan Ternak Kepulauan Bangka Belitung.
"Dalam waktu dekat ini, kami akan menyalurkan bantuan DOC ini ke balai pembibitan dan diharapkan dikelola dan dikembangkan dengan baik," ujarnya.
Apabila peternakan ayam arab berkembang, kata dia, pihaknya akan menyalurkan jenis ayam itu kepada masyarakat agar usaha peternakan unggas ini makin baik dan dapat mengurangi ketergantungan daging dan telur dari luar daerah.
"Sampai saat ini, untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur ayam masyarakat, kita masih mengandalkan pasokan dari daerah sentra produksi ayam di Pulau Jawa dan Sumatra," ujarnya.
Menurut dia, ayam arab ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ayam kampung petelur karena produktivitas telur ayam ini relatif cukup tinggi jika dibandingkan ayam kampung biasa.
Produksi telur ayam arab rata-rata mencapai 60 persen, sedangkan ayam kampung biasa hanya mencapai 30 persen saja. Pada puncak produksi ayam arab mampu berproduksi hingga 85 persen.
"Peluang usaha ayam arab sangat baik karena harga telur ayam ini setara dengan ayam kampung biasa yang mencapai Rp2.500,00 per butir," ujarnya.
Untuk itu, dia berharap UPT Balai Pembibitan Ternak ini untuk mengembangkan ayam ini dengan baik dan dapat membantu peternak mendapatkan bibit yang berkualitas.
"Saat ini, harga telur dan daging ayam cukup tinggi karena pasokan dari luar yang kurang dan mudah-mudahan melalui pengembangan peternakan ayam arab ini dapat menekan harga telur dan daging ayam di pasaran," ujarnya.
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015