Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menjamin stok daging sapi mencukupi untuk memenuhi konsumsi masyarakat menjalang puasa dan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.
"Saat ini, jumlah sapi potong di sejumlah tempat penampungan ternak sekitar 1.000 ekor dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan kedepan," kata Kasi Pengelolaan dan Pemasaraan Hasil Peternakan Distanbunna Babel, Dody Novianto di Pangkalpinang, Kamis.
Saat ini, kata dia, para pedagang ternak antarpulau meningkatkan pasokan sapi potong dari Pulau Jawa dan Sumatera untuk mengantisipasi lonjakan permintaan daging menjelang puasa, Idul Fitri dan Hari Raya Adha.
"Diperkirakan persediaan sapi potong ini akan terus bertambah, karena sapi didatangkan secara berkesinambungan," ujarnya.
Menurut dia untuk memenuhi permintaan daging masyarakat, pihaknya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, karena peternakan sapi di daerah ini masih tahap pengembangan.
"Saat ini, kami masih mengandalkan sapi potong dari luar, sehingga harga daging di pasaran masih berdasarkan mekanisme pasar, yaitu apabila permintaan meningkat maka harga akan mengalami kenaikan," ujarnya.
Menjelang puasa Ramadhan tahun ini, kata dia, harga daging sapi mengalami kenaikan dari Rp100 ribu naik menjadi Rp110 ribu per kilogram, karena permintaan masyarakat yang meningkat.
"Saat ini, sebagian besar masyarakat beragama Islam mengelar berbagai tradisi seperti ruwahan untuk menyambut bulan suci Ramadhan," ujarnya.
Namun demikian, ia berharap pedagang daging tidak menaikkan harga terlalu tinggi yang akan memeberatkan perekonomian masyarakat.
"Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembelian daging yang berlebihan, karena dapat memicu kenaikan harga yang lebih tinggi menjelang puasa Ramadhan ini," ujarnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015
"Saat ini, jumlah sapi potong di sejumlah tempat penampungan ternak sekitar 1.000 ekor dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan kedepan," kata Kasi Pengelolaan dan Pemasaraan Hasil Peternakan Distanbunna Babel, Dody Novianto di Pangkalpinang, Kamis.
Saat ini, kata dia, para pedagang ternak antarpulau meningkatkan pasokan sapi potong dari Pulau Jawa dan Sumatera untuk mengantisipasi lonjakan permintaan daging menjelang puasa, Idul Fitri dan Hari Raya Adha.
"Diperkirakan persediaan sapi potong ini akan terus bertambah, karena sapi didatangkan secara berkesinambungan," ujarnya.
Menurut dia untuk memenuhi permintaan daging masyarakat, pihaknya masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, karena peternakan sapi di daerah ini masih tahap pengembangan.
"Saat ini, kami masih mengandalkan sapi potong dari luar, sehingga harga daging di pasaran masih berdasarkan mekanisme pasar, yaitu apabila permintaan meningkat maka harga akan mengalami kenaikan," ujarnya.
Menjelang puasa Ramadhan tahun ini, kata dia, harga daging sapi mengalami kenaikan dari Rp100 ribu naik menjadi Rp110 ribu per kilogram, karena permintaan masyarakat yang meningkat.
"Saat ini, sebagian besar masyarakat beragama Islam mengelar berbagai tradisi seperti ruwahan untuk menyambut bulan suci Ramadhan," ujarnya.
Namun demikian, ia berharap pedagang daging tidak menaikkan harga terlalu tinggi yang akan memeberatkan perekonomian masyarakat.
"Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembelian daging yang berlebihan, karena dapat memicu kenaikan harga yang lebih tinggi menjelang puasa Ramadhan ini," ujarnya.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015