Dior menampilkan fesyen sebagai sarana untuk bertahan hidup (survival) di helatan Pekan Mode Paris (Paris Fashion Week).

Rumah mode itu membawa deretan koleksi klasik yang dikerjakan ulang dan diperbarui dengan sentuhan teknis.

Dilansir Reuters, Rabu, model di runway di Tuileries Garden Paris memamerkan koleksi penampilan feminin yang dipoles dengan referensi pakaian kerja, memasangkan gaun tipis dengan jaket dan sarung tangan, menambahkan kantong utilitas ke rok panjang, dan melemparkan airbag dan anti peluru bergaya rompi di atas bahu.

Label milik LVMH tersebut adalah merek besar pertama yang ditampilkan di Paris Fashion Week, yang berlangsung hingga 8 Maret dan menutup satu bulan acara mode di New York, London, dan Milan.

"Saya pikir menjelajahi wilayah semacam ini membantu kita memahami nilai sebenarnya dari mode," kata desainer pakaian wanita untuk label milik LVMH, Maria Grazia Chiuri, mengatakan dalam sebuah wawancara.

"Kadang-kadang kita berpikir tentang fesyen hanya dengan gagasan tentang hiasan tubuh kita, bukan sesuatu di mana tubuh kita hidup," tambahnya.

Desainer bekerja dengan D-Air Lab, sebuah perusahaan Italia yang membuat perlengkapan keselamatan dengan airbag yang dirancang untuk pekerja yang memperbaiki turbin angin, dan pakaian pelindung untuk eksplorasi Artic terkait dengan label Dainese, dari setelan sepeda motor era 70-an.

Tampilan pembuka, catsuit yang disambungkan dengan pipa luminescent, memadukan nilon berteknologi tinggi dengan kasmir, mesh tipis, jaket cinched bar yang dilengkapi dengan sistem pemanas, korset, dan celana pendek biker, dilengkapi dengan kacamata futuristik dan ikat kepala berkilau, yang diletakkan di atas kepang yang dijalin rapat, diselipkan di sekitar kepala.

Pertunjukan tersebut menarik kerumunan penggemar yang berteriak, yang bergegas melintasi taman umum untuk menyambut bintang K-pop Jisoo dari BLACKPINK saat ia keluar dari tempat tersebut.

Rihanna juga menghadiri acara tersebut, meluncur ke tempatnya di sebelah bos LVMH Bernard Arnault. Ada pula aktris Anya Taylor-Joy.
 

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022