Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Desember 2015 mengalami penurunan sebesar 0,98 persen dibandingkan angka November dari 103,94 menjadi 102,92.

"Penurunan NTP pada Desember disebabkan turunnya tiga subsektor dan hanya dua subsektor yang mengalami peningkatan," kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan, NTP subsektor tanaman pangan turun 0,76 persen, NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 1,87 persen dan NTP subsektor peternakan juga turun 1,28 persen, sedangkan NTP hortikultura naik 1,38 persen dan NTP subsektor perikanan naik 0,85 persen.

"Penurunan NTP itu disebabkan perubahan indeks harga hasil pertanian lebih kecil jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," ujarnya.

Ia mengatakan, indeks harga yang diterima petani (It) pada Desember 2015 mengalami penurunan sebesar 0,61 persen dibandingkan pada November dari 122,08 menjadi 121,33.

Penurunan itu terjadi karena turunnya It subsektor tanaman pangan 0,37 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,49 persen dan subsektor peternakan 0,81 persen.

Selanjutnya, indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Desember mengalami kenaikan 0,38 persen dibanding November dari 117,45 menjadi 117,89. Kenaikan itu disebabkan meningkatnya Ib di seluruh subsektor.

Ib subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,39 persen, subsektor hortikultura 0,35 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,39 persen, subsektor peternakan 0,48 persen dan subsektor perikanan 0,25 persen.

Pewarta: Mulki

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016