PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung siap mendukung dan menyuplai Fly Ash Bottom Ash (FABA) untuk pemulihan dan konservasi lahan bekas tambang yang ada di daerah itu.

"Seperti yang kita ketahui memang di Bangka Belitung banyak lahan yang bekas di tambang timah dan itu menjadikan permasalahan tersendiri terhadap lingkungan harapannya lahan itu bisa dipulihkan, dikonservasi dan bisa digunakan untuk tanaman energi yang nantinya juga bisa digunakan ke PLTU," kata General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ajrun Karim, Senin (20/3).

Ia mengatakan, produksi FABA di PLTU Air Anyir Bangka dan PLTU Belitung sekitar 30 hingga 35 ton per hari dan jika di total persediaan FABA saat ini di dua PLTU tersebut sekitar 100 ribu ton.

Menurutnya saat ini FABA sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pemerintah, akademisi, perkebunan maupun wirausaha. Di mana FABA saat ini telah digunakan sebagai material untuk membangun rumah, jalan, hingga jembatan.

Selain itu, keunggulan lain yang dimiliki FABA yakni dapat menjadi salah satu alternatif dalam memulihkan kadar keasaman pada air.

Dikatakannya, ada kebijakan bahwa lubang tambang di Babel tidak boleh ditutup karena menjadi tempat konservasi air, karena air memang menjadi kebutuhan dasar dari hidup kita, tapi ketika airnya asam airnya tidak bisa digunakan, maka FABA menjadi salah satu alternatif karena ketika diberi FABA airnya bisa netral.

“Kita juga melakukan kajian, contoh pada HUT ABRI 2022 kemarin, kita melakukan uji coba ditemani kawan-kawan Korem, ada sebuah lahan tambang yang PH airnya itu sekitar 3-4, kita taruh beberapa truk FABA PH-nya netral menjadi 8,4,” ujarnya.

Oleh karna itu, dirinya berharap rehabilitasi lahan bekas tambang melalui Penanaman Hutan Tanaman Energi (HTE) menggunakan material FABA dari PLTU dapat segera direalisasikan.

Pewarta: Try M Hardi

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023