Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Maret 2016 naik 0,47 persen atau menjadi 101,85 dari sebelumnya Februari 2016 sebesar 101,38.
"Kenaikan itu terjadi karena naiknya empat NTP subsektor, hanya satu subsektor yang mengalami penurunan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Sabtu.
Empat subsektor yang mengalami kenaikan, yaitu subsektor hortikultura naik sebesar 0,75 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,91), subsektor peternakan (0,26) dan subsektor perikanan (0,91), sedangkan subsektor tanaman pangan turun sebesar 1,27 persen.
Sementara itu, indeks harga yang diterima petani (It) pada Maret 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,94 persen atau menjadi 121,36 dari sebelumnya pada Februari 2016 sebesar 120,23.
"Kenaikan itu terjadi karena naiknya It hampir diseluruh sebsektor, hanya subsektor tanaman pangan yang mengalami penurunan sebesar 0,73 persen," katanya.
Untuk subsektor hortikulutura naik sebesar 1,18 persen, subsektor perkebunan rakyat naik sebesar 1,42 persen, subsektor peternakan (0,67) dan subsektor perikanan (0,19 persen).
Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Maret 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen atau menjadi 119,15 dari 118,60. Kenaikan terjadi karena naiknya Ib di seluruh subsektor.
Ib subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,55 persen, subsektor hortikulutura (0,42), subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,50), subsektor peternakan (0,40) dan subsektor perikanan 0,23 persen.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016
"Kenaikan itu terjadi karena naiknya empat NTP subsektor, hanya satu subsektor yang mengalami penurunan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Darwis Sitorus di Pangkalpinang, Sabtu.
Empat subsektor yang mengalami kenaikan, yaitu subsektor hortikultura naik sebesar 0,75 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,91), subsektor peternakan (0,26) dan subsektor perikanan (0,91), sedangkan subsektor tanaman pangan turun sebesar 1,27 persen.
Sementara itu, indeks harga yang diterima petani (It) pada Maret 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,94 persen atau menjadi 121,36 dari sebelumnya pada Februari 2016 sebesar 120,23.
"Kenaikan itu terjadi karena naiknya It hampir diseluruh sebsektor, hanya subsektor tanaman pangan yang mengalami penurunan sebesar 0,73 persen," katanya.
Untuk subsektor hortikulutura naik sebesar 1,18 persen, subsektor perkebunan rakyat naik sebesar 1,42 persen, subsektor peternakan (0,67) dan subsektor perikanan (0,19 persen).
Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Maret 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen atau menjadi 119,15 dari 118,60. Kenaikan terjadi karena naiknya Ib di seluruh subsektor.
Ib subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,55 persen, subsektor hortikulutura (0,42), subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,50), subsektor peternakan (0,40) dan subsektor perikanan 0,23 persen.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016