Warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melaksanakan prosesi sembahyang leluhur menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, guna mengenang dan mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia.

"Sembahyang leluhur ini kami laksanakan sehari menjelang Tahun Baru Imlek," kata Joni warga keturunan Tionghoa di Tanjung Pandan, Jumat.

Ia mengatakan, sembahyang leluhur bertujuan untuk mengenang dan mendoakan para leluhur keluarga yang telah pergi mendahului atau meninggal dunia.

Menurut dia, dalam pelaksanaan ritual sembahyang leluhur tersebut, mereka menyiapkan sejumlah hidangan dan sajian seperti daging ayam, babi, kue, teh, arak, di rumahnya sambil membakar dupa.

"Ada yang bersembahyang di kelenteng namun ada juga di rumah masing-masing, namun sembahyang leluhur ini harus dilakukan karena sudah menjadi tradisi kuat setiap menyambut Imlek," ujarnya. 

Baca juga: Penumpang di bandara Belitung naik saat libur Imlek

Baca juga: Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung hibur penumpang dengan pertunjukan barongsai

Sedangkan pada malam hari sebelum pergantian Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili akan dilaksanakan kegiatan makan malam bersama keluarga guna memupuk rasa persaudaraan dan ikatan batin di tahun yang baru.

"Pada intinya kami berkumpul makan malam bersama merayakan Tahun Baru Imlek dan biasanya sampai detik-detik pergantian tahun pintu dan jendela rumah dibuka dengan harapan hal-hal yang baik bisa masuk (menyertai) di tahun yang baru," katanya.

Selain itu, lanjut dia, seminggu sebelumnya pihak keluarga telah membersihkan rumah guna menyambut perayaan Imlek.

"Bersih-bersih rumah ini juga sudah semacam tradisi yang memiliki arti positif dalam menyambut tahun yang baru," ujarnya.

Sedangkan pada hari pertama perayaan Imlek 2575 Kongzili juga akan diisi dengan kegiatan persembahyangan baik di rumah maupun di altar kelenteng.

"Selanjutnya akan diisi dengan kegiatan memberi hormat kepada orang yang lebih tua dan saling mengunjungi sesama kerabat seumpama lebaran," katanya.

Warga keturunan Tionghoa lainnya, Henie di Tanjung Pandan, Jumat mengatakan hal yang sama momentum perayaan Imlek lebih ditekankan kepada ucapan rasa syukur atas keberhasilan dalam melewati tahun yang lama.

"Kemudian kami juga saling memanjatkan doa untuk menyongsong tahun yang baru dengan harapan diliputi dengan kebahagiaan, keberuntungan, dan kemakmuran," ujarnya.

Pewarta: Apriliansyah

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2024