Dokter spesialis kulit dr. Eddy Karta, SpKK, Ph.D, dari klinik C(E)K Kulit dan Kelamin membagikan cara merawat kulit agar tetap sehat dan glowing (bercahaya) saat berpuasa, antara lain hidrasi yang cukup.

Ketika berpuasa, jumlah asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh berkurang dari biasanya. Kurangnya asupan cairan selama puasa dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami dehidrasi dan mempengaruhi kondisi kulit.

Beberapa masalah kesehatan kulit yang berpotensi muncul saat berpuasa di antaranya kulit kering, kulit kusam, kulit tampak lelah akibat perubahan pada pola makan dan pola tidur, hingga kulit kasar dan bersisik karena banyak aktivitas fisik di luar ruangan selama berpuasa.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk merawat kulit agar tetap sehat dan bersinar saat berpuasa. Pertama, menjaga asupan cairan untuk kulit dengan rumus 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas saat malam, dan dua gelas saat sahur.

“Perbanyak makan buah saat berbuka puasa dan sahur, disarankan untuk memilih buah dengan kandungan air yang banyak seperti semangka, stroberi, atau tomat, yang tidak hanya memberikan nutrisi untuk kulit, namun juga dapat menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh,” kata Eddy dalam siaran pers bersama iStyle di Jakarta, Kamis.

Membersihkan wajah dengan bahan dan jenis pembersih yang sesuai dengan karakter kulit masing-masing ternyata sangat penting. Eddy menyebut, pemilik kulit berminyak wajib membersihkan wajah secara benar terutama setelah beraktivitas, salah satunya dengan menggunakan beberapa bahan kandungan salicylic acid, tea-tree oil, dan charcoal yang dapat mengurangi minyak berlebih.

Sementara bagi pemilik kulit kombinasi, Eddy merekomendasikan untuk menggunakan pembersih wajah yang lembut dan melembabkan seperti berbentuk foam tanpa scrub dan acid, khususnya pada daerah T-zone yang perlu pembersihan ekstra.

Terakhir, gunakan lah tabir surya. Sinar matahari mengandung radiasi UV yang menimbulkan efek buruk bagi kulit. Oleh karena itu, diperlukan perlindungan lebih untuk menangkal bahaya dari sinar UV.

Pastikan untuk mengaplikasikan tabir surya setiap beberapa jam sekali terutama saat banyak beraktivitas di luar ruangan. Eddy mengingatkan bahwa penggunaan tabir surya pada iklim tropis dan lembap, ditambah dengan polusi udara, ialah hal yang penting.

“Tersedia berbagai jenis tabir surya yang dapat digunakan sesuai karakter kulit masing-masing seperti gellotion, ataupun krim. Sebaiknya, pilihlah tabir surya dengan kandungan SPF (sun protector factor) minimal 30 PA+++ dan kandungan anti polusi,” kata Eddy.

Pewarta: Pamela Sakina

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2024