Jakarta (Antara Babel) - Anggota Komisi III DPR Arsul Sani meminta Polri lebih bijak dan terbuka terkait pernyataan Koordinator Kontras Haris Azhar di media sosial mengenai perbincangannya dengan gembong narkoba Freddy Budiman.
"Pilihan lebih bijak dan terbuka dapat dilakukan dengan meminta Haris untuk menjelaskan datanya," katanya di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan Polri juga perlu menanyakan mengapa Haris memilih melempar informasi tersebut kepada publik jika ternyata tidak ada data pendukungnya.
Sekretaris Jenderal PPP itu menilai isu-isu seperti itu seharusnya tangani dengan lebih bijak dan sifat terbuka meski opsi jalur hukum dengan melaporkan kepada polisi juga bukan hal yang salah.
"Pilihan jalur hukum mengesankan Haris dikeroyok ramai-ramai oleh institusi besar di negara ini, dan malah berpotensi membuat Haris menjadi pahlawan," ujarnya.
Dia menilai untuk mengungkap benar atau tidak dugaan adanya mafia narkoba di internal BNN dan kepolisian, Polri meminta Haris membuka datanya serta kalau perlu di depan media.
Menurut dia, kalau ternyata Haris tidak punya data-data selain tulisannya sendiri maka publik akan menilai kredibilitasnya.
"Tidak perlu dibentuk tim khusus cukup dari Propam Polri, POM TNI dan inspektorat BNN saja," katanya.
Sebelumnya, Haris Azhar mengaku telah mendapatkan informasi bahwa ia dilaporkan ke Kepolisian RI. Tiga institusi, yaitu Polri, TNI, dan Badan Narkotika Nasional, melaporkan Haris pada Selasa (2/8).
Laporan itu terkait cerita Freddy Budiman yang dibeberkannya beberapa saat sebelum eksekusi mati terhadap gembong narkoba itu.
"Belum ada (penetapan tersangka), (saya) baru dilaporkan, masih diproses," ujar Haris.
Dia juga menyayangkan jika informasi tentang kesaksian Freddy yang diungkapkannya dianggap menjelek-jelekkan institusi.
Menurut dia, kalau misalnya itu dianggap jadi pandangan buruk bagi masyarakat, ada banyak kesaksian masyarakat yang bilang ke dirinya bahwa itu sudah menjadi satu rahasia publik.
Menurut Haris, respons pemerintah seharusnya membentuk tim independen untuk menelusuri cerita Freddy tersebut.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016