Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjamin stok beras aman hingga awal 2017, karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar.

"Saat ini stok beras di gudang distributor mencapai 5.430  ton atau cukup hingga Februari 2017," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Provinsi Kepulauan Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan ketersediaan stok beras yang cukup ini berdampak terhadap stabilitas harga yang normal Rp11.300 per kilogram dan permintaan masyarakat meningkat sekitar lima hingga enam persen.

"Kami pastikan harga beras menjelang Natal dan Tahun Baru 2017 tidak akan mengalami kenaikan, karena stok cukup berlimpah," katanya.

Ia menjelaskan  sebanyak 5.430 ton beras itu tersebar di sembilan gudang distributor yaitu PT. Bina Purnama Bersama 800 ton, Bangka Alam Sejahtera 500 ton, CV Cahaya Abadi 50 ton, Akon 200 ton, Bulog 2.518 ton.

Stok beras di gudang beras toko Hartono 30 ton, toko Kim Nyuk 40 ton, UD Mayar Jaya Belitung 375 ton, CV AS 40 ton, PT Globus Internusa Belitung 280 ton, Kansilog Belitung 607 ton.

"Diperkirakan stok beras akan terus bertambah, karena distributor terus menambah pasokan dari luar daerah, guna memenuhi permintaan masyarakat yang tinggi," ujarnya.

Selama ini, kata dia untuk memenuhi permintaan beras masyarakat, pedagang masih mengandalkan pasokan dari luar daerah, karena hasil pertanian padi petani lokal yang masih terbatas.

"Saat ini sekitar 85 persen beras masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sumatera, sehingga pemerintah daerah terus mengawal pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat ini," ujarnya.

Menurut dia, harga beras akan mengalami kenaikan apabila pasokan dari luar daerah tersendat, karena lalulintas kapal laut yang terganggu akibat cuaca buruk dan hasil pertanian di daerah asal berkurang.

"Kami berharap distributor untuk terus meningkatkan pasokan beras, agar pemerintah daerah mudah menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat kurang mampu," ujarnya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016