Pangkalpinang (Antara Babel) - PT Timah (Persero) Tbk mengembangkan museum-museum sejarah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai komitmen perusahaan ikut menjaga dan melestarikan sejarah dan budaya di daerah itu.

"Saat ini museum yang telah berdiri yang sedang dikembangkan yaitu Museum Timah Muntok dan Museum Timah Pangkalpinang," kata Dirut Operasi PT Timah M Riski saat menghadiri Seminar Nasional "Pahlawan Nasional Kepulauan Bangka Belitung Marwah dan Simpul Pengikat Bangsa" di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan pengembangan museum, penguatan sejarah, budaya dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan industri.

"Kami mengharapkan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun museum-museum di tempat-tempat pusat penambangan masa penjajahan Belanda dan Jepang,"ujarnya.

Ia menjelaskan pusat penambangan bijih timah masa penjajahan di Pulau Bangka seperti Belinyu, Sungailiat, Belitung dan daerah lainnya.

"Kami akan bangun museum-museum di daerah pusat penambangan timah ini, sebagai salah warisan sejarah industri PT Timah," ujarnya.

Terkait upaya pemerintah provinsi memperjuangkan Pahlawan Daerah Depati Amir, Depati Hamzah dan depati lainnya, PT Timah siap mendukung, karena ini merupakan program bersama dalam mengenang dan membalas jasa-jasa para pahlawan daerah ini untuk diabadikan menjadi Pahlawan Nasional.

"Mudah-mudahan dengan seminar ini dapat memberikan masukan positif untuk mengabadikan pahlawan daerah menjadi pahlawan nasional," ujarnya.  
    
Narasumber seminar nasional "Pahlawan Nasional Kepulauan Bangka Belitung Marwah dan Simpul Pengikat Bangsa" diantaranya Kasubdit K2KS Kementerian Sosial, Siti Aisjah Basjarijah, Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof.Dr M Dien Madjid, Dosen Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Johan Wahyudi dan sejarahwan Bangka Belitung, Akhmad Elvian dan diikuti puluhan pelajar tingkat SMA/SMK, mahasiswa, organisasi pemuda dan tokoh agama. 

Pewarta: Aprionis

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016