Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat kerja sama dalam pembangunan berbasis data dengan mengedepankan prinsip Satu Data Indonesia. 

"Sinergitas dengan BPS ini membantu jajaran pemerintah memahami dan menggunakan data dalam pengambilan keputusan demi pembangunan yang berbasis data dan berkelanjutan,” kata Algafry dalam pertemuannya bertajuk audiensi dengan pihak BPS setempat di ruang kerjanya, Koba, Rabu.

Dalam kesempatan itu Algafry mengapresiasi atas sinergi yang telah terjalin dengan BPS dan data yang akurat dan terpercaya sangat penting sebagai dasar dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembinaan statistik sektoral, survei keuangan desa, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah.

"Pemanfaatan data yang solid dan akurat menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang baik," kata Algafry lagi.

Algafry juga mendorong peningkatan kualitas data BPS ke depan serta menyatakan dukungannya terhadap berbagai program dan inovasi BPS, seperti Kapsul Bateng dan pemuktahiran serta pemanfaatan  Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pemkab Bangka Tengah dan BPS menunjukkan contoh nyata bagaimana pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat dicapai dengan data yang akurat. 

"Dengan memperkuat tata kelola statistik, memperluas cakupan pendataan hingga ke desa, dan melibatkan semua OPD, Bangka Tengah siap melangkah menjadi daerah yang berbasis pada bukti (evidence-based policy)," kata Algafry.

Kepala BPS Bangka Tengah menjelaskan bahwa audiensi membahas berbagai hal strategis, mulai dari program pembibitan penerimaan mahasiswa baru Politeknik Statistika STIS

Pemerintah daerah dapat mengajukan calon-calon mahasiswa untuk dikembalikan ke daerah setelah lulus, hingga proses Zona Integritas (ZI) yang sedang dijalani BPS Bangka Tengah.

"BPS Bangka Tengah menjadi salah satu dari 79 satuan kerja yang lolos tahap penilaian dari total 514 satker kabupaten/kota se-Indonesia dan kini diajukan ke Kemenpan RB," ujarnya.

Selain itu, kata dia, inovasi Kapsul Bateng yang menjadi terobosan penting dalam meningkatkan kapasitas SDM di bidang statistik sektoral serta perkembangan DTESN yang akan digunakan untuk penyaluran bantuan di semester II.

Budi turut mengapresiasi komitmen dan dukungan bupati terhadap berbagai kegiatan BPS Bangka Tengah, termasuk dukungan saat pelaksanaan sensus, proses ZI, dan inovasi Kapsul Bateng (akronim dari inovasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia statistik dalam rangka penguatan statistik sektoraL Kabupaten Bangka Tengah).

“Bupati juga menyatakan dukungannya untuk pencacahan atau pendataan perusahaan-perusahaan besar," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Joko Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025