Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan indeks potensi radikalisme dan terorisme di Kepulauan Babel tinggi bahkan berada di atas nasional.
"Hari ini kita mengambil tema sosialisasi Pancasila bertema rembuk merah putih dan ini dilatarbelakangi karena potensi indeks radikalisme di daerah ini tinggi," kata Ketua FKPT Kepulauan Babel Subardi di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan berdasarkan hasil survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan indeks potensi radikalisme dari 2018 hingga 2024 tinggi dan berada di atas indeks potensi radikalisme nasional.
"Bahkan hasil survei indeks potensi radikalisme 2018 menunjukkan Babel berada empat besar tertinggi dan berada jauh mengalahkan provinsi-provinsi besar yang penduduknya lebih banyak dibandingkan Kepulauan Babel yang hanya memiliki penduduk 1,5 juta jiwa," ujarnya.
Ia menyatakan kondisi Kepulauan Babel sekarang ini, FKPT menemukan ada lembaga pendidikan di Kepulauan Babel ini yang tidak mau lagi melaksanakan upacara bendera, tidak mau lagi menghormati Bendera Merah Putih, tidak mau lagi menyanyikan lagi Indonesia Raya.
"Di forum sosialisasi nilai-nilai Pancasila ini, kami tidak mau menyebutkan lembaga pendidikan ini," ujarnya.
Ia menambahkan saat ini juga ada lembaga pendidikan ini yang melakukan kegiatan pendidikan tanpa memperoleh izin dari pemerintah. Mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan pendidikan tanpa mengantongi izin pemerintah.
"Lembaga pendidikan ini tanpa izin pemerintah ini tidak mau melaksanakan upacara bendera, tidak mau lagi menghormati Bendera Merah Putih, tidak mau lagi menyanyikan lagi Indonesia Raya dan tidak menggunakan simbol-simbol negara," katanya.
Editor : Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025