Tim medis Tins Half Marathon 2025 membagikan tips pertolongan pertama dalam menangani cedera yan dialami masyarakat dan para atlet cabang olah raga lari pada ajang marathon bergengsi rangkaian HUT Ke-49 PT Timah Tbk di Pangkalpinang pada Sabtu (23/8).
"Pelari biasanya menderita cedera pada lutut, karena tidak melakukan pemanasan, tidak sesuai kemampuan sehingga menimbulkan nyeri pada lututnya," kata Tim Medical Director Tins Half Marathon 2025 dr Zainal Arpan Mars di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan pertolongan pertama cidera lutut yang dialami pelari saat berlombaan marathon atau lari ini yaitu dengan mengompres dengan air es, berhenti berlari sampai nyeri lutut hilang dan mulailah berlari dengan sadar diri atau disesuaikan dengan kemampuan berlari.
Selanjutnya, cedera pada telapak kaki karena berlari di jalan tidak rata atau sepatu yang digunakan tidak mumpuni lagi dan pertolongan pertamanya adalah memijat telapak kaki hingga nyerinya hilang dan kemudian kembali melanjutkan pertandingan lari secara bertahap.
Cedera pada otot paha hingga lutut, karena lari terlalu jauh yang tidak diimbangi dengan kondisi fisik dan pertolongan pertamanya dengan mengompres dengan air es.
Cedera pada otot di atas tumit yang sering dialami pelari saat berlari kencang dan penanganan pertama yaitu mengompres dengan air dan selanjutnya cedera yang sering dialami pelari yaitu nyeri pada tulang kering, karena tulang kering tidak mampu menahan berat badan.
"Solusi mengatasi nyeri pada tulang kering ini yaitu turunkan dulu berat badan dan berjalan pelan-pelan, setelah itu kembali berlari secara bertahap," katanya.
Ia mengatakan cedera terakhir yang sering dialami pelari yaitu lisert seperti munculnya gelembung-gelembung di telapak kaki, karena sepatu yang dipakai untuk berlari terlalu sempit.
"Gelembung-gelembung air yang ada dt telapak ini jangan ditusuk karena akan menimbulkan infeksi. Oleh karena itu biarkan saja, karena nantinya akan hilang dengan sendirinya," katanya.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025