Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meluncurkan program pengembangan klaster budidaya ikan berbasis komoditas unggulan secara terintegrasi, untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong ekonomi biru (blue economy).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Tengah Imam Soehadi di Koba, Rabu, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk membangun kawasan klaster perikanan terpadu mulai dari produksi, pemasaran hingga pengolahan.

“Ini menjadi tonggak baru agar sektor perikanan ke depan mampu mewujudkan perikanan berkelanjutan,” ujarnya saat acara peluncuran di Desa Pinang Sebatang.

Program tersebut disebut menjadi elemen penting dalam ekosistem klaster perikanan terpadu dan diproyeksikan menjadikan Desa Pinang Sebatang sebagai percontohan nasional.

Acara peluncuran juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkab Bangka Tengah dan Bank Indonesia, untuk menjaga ketahanan pangan serta menekan inflasi daerah melalui penguatan sektor perikanan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selama empat tahun berturut-turut mendukung mulai dari sarana budidaya, pengolahan hingga pemasaran hasil perikanan,” kata Imam.

Selain itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Koperasi Perikanan dan Posyandu Desa Pinang Sebatang terkait alokasi sebagian hasil panen ikan untuk mendukung gizi anak-anak dan ibu hamil. BPN Bangka Tengah juga menyerahkan sertifikat tanah kepada sejumlah pembudidaya ikan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung Farid Tamsil mengatakan, penguatan sektor perikanan menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini bergantung pada tambang timah.

“Perikanan telah menyumbang 7,45 persen terhadap PDRB pada 2024 dan menempati posisi ketiga ekspor non-timah. Angka ini menegaskan perikanan berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Ia merinci, pada 2023 Kabupaten Bangka Tengah memproduksi 518 ton lele, 204,6 ton nila, dan 83 ton patin. Produksi tersebut mewakili hampir setengah produksi lele dan dua pertiga produksi nila di Kepulauan Babel.

“Ini bukti nyata Bangka Tengah adalah pusat budidaya ikan air tawar. Konsumsi ikan masyarakat juga tinggi, yakni 59,44 kilogram per kapita per tahun, jauh di atas rata-rata nasional 31,40 kilogram,” ujarnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Joko Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025