Sungailiat (Antara Babel) - Calon anggota legislatif asal Partai Hanura Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Magrizan mengatakan dirinya membutuhkan uang untuk pencalonan dirinya menjadi calon anggota legilastif, tapi tidak akan melakukan politik uang.


"Saya membutuhkan uang untuk berpolitik tetapi tidak menggunakan politik uang dalam mencari dukungan karena uang yang dibutuhkan dipergunakan keperluan kampanye," katanya di Sungailiat, Rabu.


Politik uang, menurut dia, merupakan pola politik yang tidak mendidik masyarakat karena seharusnya seorang caleng cukup menyampaikan misi dan visinya.


"Misi dan visi saya tentunya akan bekerja maksimal sebagai anggota legislatif nantinya seperti hak pengawasan, anggaran dan legislator," ujarnya.


Menurut dia, uang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan kampanye seperti kaos serta alat pendukung lainnya.


"Tidak mungkin semua kebutuhan logistik tersebut didapat tanpa menggunakan uang," katanya.


Jika dirinya dipercaya masyarakat khususnya dari daerah pemilihan (dapil) Kota Sungailiat menjadi salah satu anggota DPRD Kabupaten Bangka, dia berjanji akan bersikap kritis mengawasi program dan kegiatan eksekutif.


"Kritis yang saya maksudkan tentu menjalankan tugas pengawasan sebagai wakil rakyat, sehingga program yang direncanakan pemerintah berjalan seperti diharapkan," ujarnya.


Dia menyandari untuk memegang prinsip vokal bagi seorang anggota DPRD penuh tantangan baik di internal dewan maupun dari pihak lain yang tidak menginginkan seorang legislator bersikap kritis.


"Prinsip vokal mengawasi kinerja pemerintah selain sudah menjadi prinsip pribadi juga bersamaan dengan konsep Partai Hanura yang sampai sekarang terbilang bersih dari segala bentuk pelanggaran termasuk tindak pidana korupsi," katanya.

Pewarta: Pewarta: Kasmono

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2013