Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa sembako kepada 177 kepala keluarga terdampak banjir rob di Desa Kurau Barat, kabupaten setempat.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Selasa, mengatakan bantuan disalurkan kepada warga yang layak menerima sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Masyarakat Desa Kurau Barat yang terdampak banjir rob sudah mendapatkan bantuan darurat bencana, sifatnya sementara sembari menunggu kondisi air surut dan rumah bisa kembali ditempati," kata Algafry.

Pemkab Bangka Tengah telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan Balai Pelaksana Jalan Nasional untuk mencari solusi jangka panjang penanganan banjir rob.

“Mudah-mudahan pada 2026 ada penanganan khusus di wilayah Kurau Barat dan Kurau Timur, termasuk kawasan Sungai Couyan di Koba dan wilayah Sinar Laut,” katanya.

Ia mengupayakan peninggian jalan yang kerap terendam air pasang serta mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan guna mencegah genangan dan penyakit.

Kepala Desa Kurau Barat Sandi mengatakan banjir rob merendam pemukiman warga selama dua hingga tiga hari dengan ketinggian air yang bervariasi.

“Hampir 80 persen wilayah Kurau Barat dikelilingi sungai, sehingga sangat rawan banjir rob tahunan, dengan puncak biasanya terjadi pada akhir tahun,” katanya.

Selain sembako, kata dia, bantuan juga diberikan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berupa tenda dan meja.

Penyerahan bantuan dipusatkan di Kantor Desa Kurau Barat dan dihadiri langsung oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Camat Koba, serta Kepala Desa Kurau Barat.

Seorang warga penerima bantuan, Lena (52), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima meski banjir rob menyebabkan kerusakan perabot rumah tangga miliknya.

“Terima kasih Pemkab Bangka Tengah, kami sudah dibantu. Perabotan kami habis, lemari dan kulkas rusak semua,” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat menemukan solusi permanen agar banjir rob tidak terus menimbulkan kerugian setiap tahun.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2025