Koba, Babel (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengajak masyarakat membangun budaya digitalisasi yang sehat dan meningkatkan literasi teknologi, untuk menjaga persatuan serta solidaritas di tengah pesatnya perkembangan informasi.
"Literasi teknologi itu penting, terutama bagi generasi muda sebagai bentuk filterisasi bagi mereka dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi," kata Algafry menyikapi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) di Koba, Kamis.
Algafry menyatakan komitmen dalam memberikan perhatian serius terhadap perlindungan anak dari dampak negatif perkembangan dunia maya melalui implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendukung penuh kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur yang mulai diberlakukan sejak 28 Maret 2026.
“Pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya, kita dukung kebijakan ini secara penuh," katanya.
Menurut dia, kebijakan tersebut sangat baik untuk memastikan anak-anak daerah tumbuh dalam ruang digital yang sehat, beretika, aman, dan sesuai dengan usia perkembangannya.
Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menggunakan media sosial secara bijak serta bersama-sama menciptakan ruang yang aman dan sehat bagi generasi muda.
Algafry mengimbau para orang tua agar lebih aktif melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak di rumah.
Menurut dia, pendampingan keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan tidak mudah terpengaruh konten negatif di media sosial.
"Pihak sekolah kita minta memperkuat pendidikan literasi digital melalui berbagai kegiatan edukatif, termasuk pemahaman tentang etika bermedia sosial, keamanan data pribadi, serta bahaya penyebaran informasi bohong atau hoaks," katanya.
Dengan demikian, kata dia, anak-anak tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memanfaatkannya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, tokoh masyarakat, dan instansi terkait dalam memperkuat edukasi digital di tengah masyarakat.
"Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga ruang digital tetap kondusif demi mendukung tumbuh kembang generasi muda yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing," tutup Algafry.
Pewarta: AhmadiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026