Toboali, Bangka Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggandeng sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan BPJS Kesehatan untuk memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) melalui penjaminan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi relawan SPPG.

‎Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi di Toboali, Kamis, mengatakan kerja sama tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah mendukung program UHC di daerah itu di tengah keterbatasan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

‎"Hari ini pemerintah daerah bersama BPJS Kesehatan duduk bersama dengan SPPG yang ada di Bangka Selatan dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman kepesertaan BPJS sebagai salah satu dukungan untuk mendukung UHC di Bangka Selatan," katanya.

‎Ia menjelaskan, Pemkab Bangka Selatan setiap tahun menganggarkan sekitar Rp39 miliar untuk program UHC yang mencakup sekitar 94 ribu jiwa.

‎Namun, menurut dia, pemerintah daerah masih perlu mencari potensi dukungan dari berbagai pihak untuk meringankan beban APBD sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terkait kepesertaan BPJS Kesehatan.

‎"Oleh karena itu atas arahan dari BPJS Kesehatan Pangkalpinang ada beberapa potensi dukungan, salah satunya dari SPPG. Hari ini dilakukan MOU agar kepesertaan khusus relawan SPPG bisa dicover oleh yayasan yang ada di SPPG, terutama mitra yang akan mengcover relawan-relawan tersebut," ujarnya.

‎Debby menyebutkan terdapat empat yayasan yang terlibat dalam kerja sama tersebut, yakni Yayasan Amitra Sejahtera Mandiri dengan satu SPPG, Yayasan Sinar Selatan Abadi dengan satu SPPG, Yayasan Mitra Berdaya Mandiri dengan dua SPPG, serta Yayasan Sinergi Melayu Global dengan satu SPPG.

‎Ia mengatakan keberadaan yayasan dan mitra tersebut tidak hanya berinvestasi di Bangka Selatan, tetapi juga turut mendukung pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

‎"Penerima manfaat akhirnya adalah masyarakat Bangka Selatan. Ke depan bukan hanya jalur dari SPPG, kami juga akan berkoordinasi dengan badan usaha lainnya agar ikut berpartisipasi sehingga bisa meringankan APBD terkait UHC Bangka Selatan," katanya.

‎Debby menambahkan saat ini terdapat 423 relawan SPPG yang akan dijamin kepesertaan BPJS Kesehatannya dengan anggaran sekitar Rp177 juta.

‎Menurut dia, jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring rencana penambahan sekitar 22 titik SPPG baru di Bangka Selatan.

‎"Ini tentu menjadi tambahan keringanan bagi APBD Kabupaten Bangka Selatan," ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang Aswalmi Gusmita mengapresiasi komitmen para mitra dan yayasan yang mendukung program jaminan kesehatan bagi relawan SPPG.

‎Ia mengatakan program tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal, tetapi juga memberikan manfaat tambahan berupa perlindungan kesehatan bagi relawan yang sebelumnya ditanggung pemerintah daerah.

‎"Sekarang penjaminannya diambil alih oleh mitra-mitra yang dipayungi yayasan secara administrasi. Kami sangat mengapresiasi kontribusi seluruh mitra yang menjalankan program ini," katanya.

‎Aswalmi menyebutkan saat ini sudah terdapat delapan mitra yang berjalan dan ke depan diperkirakan akan berkembang hingga 22 titik layanan.

‎Ia berharap semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu melalui program jaminan kesehatan nasional dengan dukungan sektor swasta dan badan usaha.

‎"Kami juga mendorong partisipasi private sector melalui program tanggung jawab sosial perusahaan sehingga Bangka Selatan tidak harus sepenuhnya bergantung pada APBD untuk mensejahterakan masyarakat melalui program jaminan kesehatan nasional," ujarnya.



Pewarta: Rusdiyanto
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026