Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengungkapkan kondisi fisik masih menjadi pekerjaan rumah dan bahan evaluasi utama ganda putra muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin setelah hanya mampu menjadi runner-up dalam dua final beruntun pada musim 2026.
Raymond/Joaquin menjadi runner-up BWF World Tour Super 300 Thailand Masters 2026, setelah pada pekan sebelumnya juga menempati posisi kedua Super 500 Indonesia Masters 2026.
Pada dua partai final tersebut, performa mereka tidak tampil seperti pada babak-babak sebelumnya, kata Eng Hian dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Menurut Eng Hian, penurunan performa di partai puncak tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama antara pemain, pelatih, dan tim pendukung setelah kembali ke Jakarta.
Yang pasti, peningkatan kondisi fisik harus dilakukan untuk mendukung performa dan prestasi mereka, ujarnya.
Eng Hian mengungkapkan peningkatan fisik diperlukan agar Raymond/Joaquin mampu menjaga kualitas permainan secara konsisten hingga fase akhir pertandingan, terutama saat menghadapi turnamen dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Meski belum meraih gelar juara, PBSI tetap mengapresiasi pencapaian Raymond/Joaquin yang mampu menembus partai final dalam dua turnamen BWF World Tour secara beruntun sebagai bagian dari proses pembinaan pasangan muda.
Di Thailand Masters 2026, Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan ganda putra Indonesia lainnya Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana setelah di final kalah dengan skor 10-21, 17-21.
Sementara di Indonesia Masters 2026, mereka kalah di final dari pasangan asal Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dengan skor 19-21, 13-21.
PBSI berharap hasil tersebut dapat menjadi dasar peningkatan kondisi fisik dan konsistensi permainan Raymond/Joaquin dalam menghadapi turnamen-turnamen berikutnya pada musim kompetisi 2026.
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026