Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan produksi beras petani di Kepulauan Babel selama 2025 sebanyak 38.115 ton atau menurun 17,02 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 45.931 ton.
"Produksi beras petani turun, karena berkurangnya luas panen padi sawah petani sebagai dampak musim kemarau kering," kata Kepala BPS Kepulauan Babel Kepala Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan produksi bulanan beras tertinggi pada 2025 terjadi pada April sebesar 6.270 ton dan terendah terjadi pada Juli yang hanya 299 ton, karena pada saat memasuki masa tanam padi banyak lahan sawah petani mengering terdampak kemarau.
Menurut dia, potensi produksi beras pada Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 11.506 ton atau meningkat 1.790 ton (18,42 persen) dibandingkan produksi beras periode yang sama tahun sebelumnya yang 9.716 ton.
Baca juga: BPS: Luas panen padi di Babel berkurang 1.916 hektare
"Potensi luas panen padi pada Januari hingga Maret tahun ini diperkirakan 5.138 hektare, atau menurun sebesar 49 hektare (0,95 persen) dibandingkan luas panen padi periode yang sama tahun sebelumnya yang 5.188 hektare," katanya.
Ia berharap produksi beras petani lokal terus meningkat, guna mengurangi pasokan beras dari luar daerah untuk memenuhi konsumsi beras masyarakat di daerahnya.
"Hingga saat ini, Babel masih mengandalkan pasokan beras dari luar daerah untuk menekan inflasi, karena produksi beras petani lokal yang masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi," katanya.
Baca juga: Bongkar muatan kapal di Pelabuhan Babel naik 14,93 persen
Baca juga: Penumpang angkutan udara Bangka Belitung naik 10,82 persen
Baca juga: BPS: Ekspor timah Babel tumbuh 45,09 persen
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026