Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggalakkan program donor darah rutin bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat atau "Jumat Berdonor" guna menjaga ketersediaan darah di rumah sakit.
“Kita akan menggalakkan dan menggerakkan ASN untuk rutin melaksanakan donor darah setiap Jumat, nanti diperkuat dengan surat edaran bupati terkait program Jumat berdonor bagi ASN,” kata Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Koba, Jumat.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil seiring meningkatnya kebutuhan darah di RSUD Abu Hanifah yang kini telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan.
“Kenapa ini kita tekankan, karena kebutuhan darah di RSUD Abu Hanifah meningkat seiring sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bangka Tengah dalam menjalankan program tersebut.
“Kami mengapresiasi PMI Bangka Tengah yang tetap konsisten dan rutin melaksanakan kegiatan donor yang melibatkan berbagai kalangan,” ujarnya.
Ketersediaan darah kata Efrianda menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pasien talasemia yang memerlukan transfusi secara rutin.
Di RSUD Abu Hanifah terdapat poli anak yang secara khusus menangani pasien talasemia yang membutuhkan pasokan darah setiap pekan.
“Dengan demikian, tentu saja stok darah harus selalu tersedia, maka gerakan donor harus dilakukan secara rutin, terutama dimulai dari kalangan ASN,” katanya.
Selain menyasar ASN, pemerintah daerah juga membuka peluang keterlibatan masyarakat umum dalam kegiatan donor darah yang digelar secara berkala bersama PMI Bangka Tengah.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi pendonor sehingga ketersediaan darah di rumah sakit tetap terjaga, terutama untuk kebutuhan darurat dan pasien dengan penyakit kronis.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026