Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang menggelar reses masa sidang kedua tahun 2026 di beberapa wilayah yang menjadi prioritas masing-masing, untuk menampung keluhan dan usulan masyarakat saat ini.
"Reses ini kita gelar untuk menampung keluhan dan usulan masyarakat di Dapil kita meski tidak langsung ditindaklanjuti namun kita tampung dulu," kata anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang, Ucok Oktahaber di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan beberapa persoalan yang disampaikan masyarakat dalam reses kali ini yaitu belum adanya sumur bor besar dan tong sampah di Kelurahan Opas Indah ini, jadi akan menjadi perhatian dan poin usulan di hasil reses hari ini.
"Meski realisasi hasil reses tahun lalu juga belum, tapi kali ini akan kita tampung dulu agar nanti dapat ditindaklanjuti juga," ujarnya.
Menurutnya tahun lalu masyarakat kelurahan Opas Indah juga menyampaikan usulan pengerukan gorong-gorong dan perbaikan drainase namun belum bisa di realisasikan karena keterbatasan anggaran.
"Tahun lalu ada empat poin usulan yang mereka sampaikan, dan kali ini hanya dua. Itu dulu yang kita tampung agar bisa segera direalisasikan karena kita takut memberi banyak janji jika tidak terealisasi," ujarnya.
Rustam Mataris yang juga Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pangkalpinang melaksanakan reses yang sama di Kelurahan Air Itam Kota Pangkalpinang.
"Di reses kali ini kita bertatap wajah langsung dengan warga untuk menampung apa keluhan dan usulan masyarakat di Air Itam ini," katanya.
Ia mengatakan pihaknya menampung semua keluhan dan usulan masyarakat yang nantinya akan di bahas dalam paripurna bersama stakeholder terkait yang juga dihadiri para pejabat eksekutif.
Beberapa usulan masyarakat yang diterima dalam reses kali ini yaitu lampu jalan yang banyak tidak berfungsi meski fisiknya ada namun tidak bermanfaat karena masih banyak kecelakaan yang terjadi di seputaran Jalan Depati Hamzah Air Itam Pangkalpinang.
"Untuk lampu jalan katanya PLN sudah merealisasikan 99,9% namun tetap masih banyak yang tidak menyala jadi masih cukup banyak terjadi kecelakaan. Saluran air di jalan depati hamzah juga masih banyak yang tersumbat, begitu juga persoalan pasar meski itu ranah pemkot Pangkalpinang tetap kita tampung," terang Rustam.
Ia berharap semoga usulan-usulan masyarakat di Kelurahan Air Itam ini bisa dikabulkan oleh pihak eksekutif atau Pemerintah provinsi (Pemprov) Babel karena legislatif, DPRD Babel hanya mendengar dan menampung saja untuk diusulkan ke Pemprov Babel.
"Persoalan yang di keluhkan dan apa yang diusulkan masyarakat ini beda dengan reses kita sebelumnya. Semoga semua usulan-usulan ini didengar pihak eksekutif meski hasil reses sebelumnya juga belum ditindaklanjuti karena keterbatasan anggaran," tutupnya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026