London (Antaranews Babel) - Promosi gencar akan produk pertanian Indonesia terus dilakukan di tingkat global. Kali ini, promosi kopi nusantara diketengahkan di Doha, Qatar, negara di Teluk Persia dengan pendapatan perkapita keenam tertinggi di dunia, yaitu 66.202 dolar Amerika Serikat.

Sejatinya kopi merupakan tanaman konsumsi yang berasal dari Jazirah Arab, yaitu Yaman, namun dalam perkembangannya beragam macam kultivar dan variannya terus dibudidayakan, begitupun jenis-jenis produk dan cara penyajian dengan beragam cita-rasanya. 

Hadir dalam promosi produk kopi nusantara itu, Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purnawirawan) Basri Sidehabi, para pebisnis Qatar, petinggi perwakilan negara-negara ASEAN di Doha serta diplomat di sana, serta masyarakat setempat.

Salah satu pejabat di Kedutaan Besar Indonesia di Doha, Boy Dharmawan, menyatakan, pada promosi kopi nusantara itu, Indonesia juga akan mendukung upaya Qatar mewujudkan ketahanan pangan mereka. Presiden Dewan Bisnis Indonesia Qatar, Hendra Hartono, mengatakan, pebisnis Indonesia dan Qatar akan membangun pabrik makanan di sana.

Khusus tentang promosi kopi nusantara ini, Hartono katakan, pengunjung juga terlibat dengan menyaksikan bagaimana biji kopi digerus lalu ditempatkan ke dalam beberapa cangkir, dan peserta diminta mencium aroma dari setiap cangkir. Kemudian kopi diseduh dengan air panas suhu sekitar 100 derajat Celcius sehingga muncul crust di lapisan paling atas setiap cangkir.

Peserta juga mencium aroma lima jenis kopi unggulan Indonesia yaitu Aceh Gayo (Aceh), Java Preanger (Jawa Barat), Bali Kinamani (Bali), dan Tana Toraja (Sulawesi Selatan). "Kopi yang sedang naik daun kopi Kerinci dari Jambi," ujar Hartono.

CEO TSP Corporation ini, mengatakan, setidaknya lebih dari 30 varian kopi tumbuh di Indonesia, sehingga Indonesia termasuk negara paling kaya keragaman kopi-nya di dunia.

Konsumsi kopi di Indonesia juga tinggi dan menjadi pasar penting bagi bisnis kopi. Namun begitu, ekspansi pasar ke tingkat dunia juga harus terus didorong. Dengan produksi sebesar 600.000 metrik ton setahun, produk kopi terus berkembang dan jumlah kebun kopi semakin bertambah.

Importir terbesar kopi Indonesia saat ini dari Amerika Serikat, Jepang dan Eropa, dengan negara-negara Nordik sebagai konsumen top kopi dunia. Negara Teluk juga telah mengenal kopi Indonesia khususnya Dubai dan Saudi Arabia namun masih sedikit di Qatar. "Untuk itulah kami ingin mengenalkan kopi Indonesia di sini," kata dia.

Pewarta: Zeynita Gibbons

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018