Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Provinsi Bangka Belitung (Babel), menjamin stok daging sapi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru 2013.

"Kami menjamin stok daging sapi cukup karena pasokan sapi dari daerah sentra peternakan sapi meningkat untuk memenuhi konsumsi daging masyarakat," ujar Kasi Produksi Peternakan Distanbunnak Babel, Gusvayeti di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan, para pengusaha sapi meningkatkan pasokan sapi potong dari Madura, Lombok dan Jawa Timur untuk mengantisipasi lonjakan permintaan daging selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Diperkirakan permintaan daging sapi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru stabil, tidak akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan seperti permintaan daging menjelang perayaan hari besar agama Islam seperti Idul Fitri, Maulid Nabi, Isra Mijra' dan hari besar keagamaan lainnya," ujarnya.

Selain itu, kata dia, jumlah populasi ternak sapi di Babel sebanyak 8.405 ekor tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.

"Saat ini, kami belum memiliki data, berapa jumlah ternak sapi yang masuk ke wilayah Babel, namun kami yakin stok sapi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional masih bertahan tinggi Rp90 ribu per kilogram dibandingkan harga normal daging Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram.

         "Harga daging sapi tinggi karena permainan para pengusaha sapi di daerah asal, sehingga berdampak langsung terhadap harga daging di Babel yang sampai saat ini masih mengandalkan pasokan sapi dari luar," ujarnya.

Menurut dia, hasil koordinasi kami dengan dinas pertenakan di daerah-daerah sentra peternakan sapi, menyatakan, persediaan sapi untuk memenuhi konsumsi daging masyarakat mencukupi, namun harga daging sapi di pasaran masih tinggi.

"Masih tingginya harga daging bukan berarti swasembada daging yang diprogramkan Kementerian Pertanian gagal, tetapi karena adanya permainan pasar yang pada akhirnya memberatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diharapkan para pedagang tidak menaikkan harga terlalu tinggi yang akan memberatkan ekonomi masyarakat.

Kami terus memantau dan mengajak pengusaha atau peternak sapi untuk terus meningkatkan pasokan sapi untuk mencegah kekurangan stok.

"Jangan sampai harga daging melambung tinggi yang akan memberatkan masyarakat, apalagi daya beli masyarakat melemah seiring harga hasil komoditas pertanian, perkebunan dan pertambangan masyarakat masih rendah," ujarnya.

Pewarta:

Editor : Wira Suryantala


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2012