Jakarta (Antaranews Babel) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melepas ekspor produk perikanan milik dua BUMN yaitu Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

"Dua BUMN perikanan, Perindo dan Perinus mampu meningkatkan kinerja ekspor dan ini merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk terus mendorong penjualan ekspor terutama dalam menghadapi pelemahan rupiah. Saya terus dukung BUMN bisa sukses di pasar internasional," kata Rini melalui keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat.

Menteri Rini secara resmi melepas lima kontainer produk perikanan dengan nilai ekspor sebesar 480,1 ribu dolar AS. 

Sebanyak tiga dari lima kontainer merupakan produk perikanan milik Perindo yang terdiri dari 2 kontainer berisi ikan jenis kakap merah, ikan tenggiri, cumi-cumi berbobot 36 ton senilai 210 ribu dolar AS yang akan diekspor ke Amerika Serikat, serta 1 kontainer berisi 18 ton jenis gurita dan cumi-cumi senilai 100,6 ribu dolar AS yang akan diekspor ke Eropa.

Sementara itu, 2 kontainer lainnya merupakan produk perikanan milik Perinus yang berisi 30 ton gurita dingin dengan nilai sebesar 169,5 ribu dolar AS yang akan diekspor ke Jepang. 

Secara umum, realisasi ekspor dua BUMN Perikanan hingga September 2018 tercatat sebesar 512,1 ton atau senilai 5,54 juta dolar AS yang terdiri dari Perum Perindo 392,3 ton atau senilai 4,75 juta dolar AS dan Perinus sebesar 119,8 ton atau senilai 791 ribu dolar AS.

Direktur Utama Perindo Risyanto Suanda mengungkapkan perseroan terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja ekspor perusahaan. Selain untuk mendorong kinerja keuangan, peningkatan penjualan ekspor mendorong perolehan devisa dari produk perikanan.

"Penguatan pasar ekspor seiring dengan penguatan startegi internal seperti processing unit yang kami miliki untuk memberikan nilai tambah," kata Risyandi. 

Perum Perindo akan meraih pendapatan sekitar 416 ribu dolar AS atau sekitar Rp6 miliar yakni, dari ekspor ke China sebesar 106 ribu dolar AS, ke Vietnam 100 ribu dolar AS, serta ekspor ke AS dan Denmark, masing-masing 105 ribu dolar AS.

Risyanto memaparkan dengan tambahan ekspor pada awal Oktober ini, Perum Perindo optimistis mampu mencapai target ekspor sebesar 694 ton atau senilai 6,82 juta dolar AS hingga akhir tahun. Prognosa ekspor tahun 2018 ini melesat 736,14 persen dari realisasi ekspor tahun 2017 yang hanya sebesar 83 ton.

Per September 2018, Perum Perindo mencetak realisasi ekspor sebanyak 392,3 ton dengan nilai 4,89 juta dolar AS.  Negara tujuan ekspor utama pada 2018 yaitu Amerika Serikat, China, Eropa, Jepang dan Vietnam.

Sementara itu, Direktur Utama Perinus Dendi Anggi Gumilang mengungkapkan setelah melakukan penandatanganan perjanjian kontrak pada 22 Agustus lalu dengan Perusahaan Jepang Ajhirushi, perseroan telah mendapatkan pengakuan dan mampu memenuhi standar gurita Jepang dan diterima pasar Jepang.

"Kami sangat yakin kerja sama ini akan berjalan dengan baik dan kami mampu memenuhi standar gurita Jepang dan diterima pasar Jepang dengan baik," kata Dendi.

Pada bulan yang sama, Perinus juga akan mulai mengekspor ikan tuna ke Jepang dengan nilai kontrak 15 juta dolar AS serta kakap merah dan tenggiri ke Singapura dengan proyeksi senilai 6,5 juta dolar AS.

Ada pun gurita yang diekspor berasal dari perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Kepulauan Selayar dan Perairan Lampung. Semua produk yang diekspor merupakan produk dari mitra nelayan Perikanan Nusantara. 

Jumlah mitra nelayan gurita Perikanan Nusantara mencapai 640 nelayan. Jumlah nelayan mitra akan bertambah pada saat musim gurita yaitu pada September-April.

"Secara keseluruhan nelayan yang bermitra dengan Perikanan Nusantara sudah ada ikatan kerjasama PKS Perdagangan. Nelayan gurita pada umumnya belum ada asosiasi yang mewadahinya hal ini dikarenakan mereka masih nelayan tradisional," tuturnya. 

Produk gurita tersebut diproses pada Unit Pengolahan Ikan Perikanan Nusantara cabang Makassar yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 5 ton per hari dengan sertifikasi HACCP (Hazard Analisis Critical Control Point) B.

Pewarta: Mentari Dwi Gayati

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018