"Kami datang kesini menintut PLN untuk tidak lagi melakukan pemadaman dalam bentuk apapun selama bulan Ramdhan. Kami menuntut janji PLN yang mengatakan tidak akan ada pemadaman selama bulan puasa,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Puluhan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Provinsi Bangka Belitung melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PLN di Kabupaten Bangka Tengah menuntut PLN segera menyelesaikan krisis listrik di daerah itu.
Sekretaris Jenderal Ormas Laskar Merah Putih Provinsi Babel, Donny Fahrum, Kamis, mengatakan tindakan PLN yang semena-mena dalam melakukan pemadaman listrik yang hampir setiap hari dinilai sangat merugikan masyarakat, terlebih pemadaman tersebut dilakukan pada saat berbuka puasa dan sahur.
"Kami datang kesini menintut PLN untuk tidak lagi melakukan pemadaman dalam bentuk apapun selama bulan Ramdhan. Kami menuntut janji PLN yang mengatakan tidak akan ada pemadaman selama bulan puasa," ujarnya saat melakukan orasi di depan kantor PLN, di Pangkalpinang, Kamis.
Dikatakannya, aksi demontrasi yang mereka lakukan meminta pihak PLN untuk menyetujui beberapa point yang mereka ajukan diantara tidak ada lagi pemadaman listrik selama bulan puasa, memberikan potongan pembayaran tagihan listrik selama terjadi pemadaman.
Ia menambahkan, pihaknya juga menuntut ganti rugi atas alat-alat elektronik yang rusak akbiat seringnya dilakukan pemadaman. Selain itu, pihaknya juga menuntut General Manager PLN untuk mundur dari jabatannya jika tidak bisa menyelesaikan masalah listrik dalam waktu dekat.
"Kami minta pernyataan dari GM PLN dan bersedia menyetuji beberapa tuntutan yang kami ajukan. Selain itu, GM PLN juga harus menandatangani surat pernyataan yang telah kami sediakan yang berisi beberapa tuntutan," ungkapnya.
Sementara itu, GM PLN Wilayah Babel, Ari Wardana menyatakan pihaknya tidak bisa memenuhi semua tuntutan yang diajukan oleh para demonstran, terutama untuk mundur dari jabatan apabila tidak bisa mengatasi krisis listrik dalam satu bulan kedepan.
Ia mengatakan, pihaknya bisa memenuhi permintaan untuk tidak melakukan pemadaman yang terencana, namun pihaknya tidak menjamin kalau listrik pada akibat adanya gangguan mesin dan gangguan lainnya.
Selain itu, pihaknya juga tidak bisa memenuhi permintaan untuk memberikan ganti rugi atas alat-alat elektronik yang rusak dan memberikan potongan pembayaran tagihan listrik karena semua itu tergantuk kebijakan dari pusat.
"Pemadaman ini diluar prediksi kami, sebetulnya kami juga mengaharapkan bulan puasa tidak ada pemadaman listrik, tapi saat ini kami sudah berusaha dalam tahap perbaikan dan pemulihan lagi. Senin ini listrik sudah pulih kembali, dari Kamis hingga empat hari kedepan akan terjadi pemadaman karena dalam proses perbaikan. Bukan berarti setelah pulang dari sini sore nanti tidak ada pemadaman," katanya.
Pewarta: Pewarta: Try Mustika HardiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.