"Pengaman ketat kami lakukan pada logistik dan TPS, kami sudah siap dan bahkan dibantu juga personel polisi dari Polda Bangka Belitung,"Koba (Antara Babel) - Markas Polisi Resor Bangka Tengah, Bangka Belitung mengerahkan sebanyak 182 personel untuk mengamankan logistik dan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu Presiden 9 Juli 2014.
kata Kepala Polisi Resor Bangka Tengah AKBP M Zainul di Koba, Selasa.
Ia menjelaskan, untuk pengamanan pendistribusian logistik pemilu presiden diterjunkan sebanyak 18 anggota polisi yang mengawal seluruh truk pengangkut logistik.
Sedangkan pengamanan TPS memakai dua pola pengamanan yaitu pola pertama dua TPS dijaga satu polisi dan empat Linmas, sementara pola kedua yaitu dua TPS dijaga dua polisi dan dua Linmas.
"Pola pengamanan tidak jauh beda dengan pemilu legislatif 9 April 2014 lalu, pengamanan berjalan lancar dan pemilu berjalan sukses," ujarnya.
Ia menjelaskan, tercatat sebanyak 351 TPS di Bangka Tengah yang diamankan aparat kepolisian dan selalu siaga memantau perkembangan serta melaporkan setiap saat peristiwa yang terjadi di lapangan.
"Seluruh personel polisi terlibat pengamanan Pemilu Presiden dan diharapkan mereka bekerja dengan baik, rasa tanggung jawab agar pesta demokrasi berjalan aman dan lancar," ujarnya.
Ia menegaskan, anggota polisi tetap mendampingi pendistribusian logistik hingga ke TPS dan melakukan pengawalan saat pencoblosan, penghitungan suara dan pengembalian logistik hasil rekapitulasi perolehan suara sementara.
"Saya ingatkan kepada anggota jangan sampai menganggap enteng karena dari situ nanti bisa diketahui apa yang kurang terkait pengamanan, sehingga upaya pembenahan bisa dilakukan," ujarnya.
Ia meminta kepada polisi yang ditugaskan mengawal logistik agar berkoordinasi dengan pihak KPPS untuk melakukan pengamanan di TPS.
"Pada prinsipnya kami sudah siap melakukan pengamanan, baik jumlah personel dan peralatan pendukung lainnya," katanya.
Pilpres 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pewarta: Oleh AhmadiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.