"Masa pancaroba seperti sekarang selain demam berdarah kami harapkan warga juga waspada penyakit malaria, flu, infeksi saluran pernafasan dan diare,"Muntok (Antara Babel) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung meminta masyarakat di daerah itu mewaspadai kemungkinan berjangkitnya penyakit demam berdarah karena pergantian musim dewasa ini.
"Masa pancaroba seperti sekarang selain demam berdarah kami harapkan warga juga waspada penyakit malaria, flu, infeksi saluran pernafasan dan diare," ujar Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Bangka Barat, Yuwanda Eka Putra di Muntok, Senin.
Ia menjelaskan, pergantian musim cukup potensial mendatangkan berbagai penyakit yang mungkin berkembang di masyarakat, karena kondisi fisik yang menurun dan berkembangbiaknya nyamuk sebagai perantara penyebaran penyakit tertentu.
"Yang paling umum dan selalu menduduki peringkat pertama tetap penyakit infksi saluran pernapasan bagian atas (Ispa), setelah itu diikuti flu, diare, malari dan demam berdarah satu peringkat dibawahnya," kata dia.
Khusus untuk demam berdarah dan malaria, kata dia, masyarakat diharapkan waspada dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menerapkan 3M (menguras, menutup dan mengubur) berbagai barang dan tempat genangan air untuk mencegah nyamuk vektor berkembang biak.
Selain itu, kata dia, tidur dengan menggunakan kelambu juga diyakini akan mampu mengurangi resiko terjangkitnya penyakit malari dan demam berdarah.
"Usahakan kondisi badan tetap bugar dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi, tepat waktu dan tetap lakukan olah raga minimal 30 menit sehari, serta cukup istirahat" kata dia.
Ia menjelaskan, pada periode Juli 2014 kasus demam berdarah di daerah itu sebanyak 33 kasus yang tersebar di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Muntok, Simpang Teritip, Jebus, Parittiga, Kelapa dan Tempilang.
"Jumlah kasus ini menurun tajam, yaitu sebanyak 70 kasus dibandingkan periode yang sama pada 2013, dimana dari enam kecamatan seluruh Bangka Barat kami temukan sebanyak 103 kasus," kata dia.
Ia mengharapkan dengan berbagai upaya yang diberikan dinkes melalui program penyehatan lingkungan dan promosi kesehatan, jumlah kasus tersebut semakin berkurang.
Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna PutrantaEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.