"Secara politik saya kecewa. Ini kan kabinetnya PDIP, maka seharusnya 'platform' PDIP dong yang diimplementasikan, bukan 'platform' yang tidak tahu dari mana asalnya,"
Jakarta (Antara Babel) - Politisi PDIP Effendi MS Simbolon menyatakan kekecewaannya secara politik atas struktur kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang tidak banyak mengakomodasi landasan politik PDIP selaku partai pemenang pemilu.

"Secara politik saya kecewa. Ini kan kabinetnya PDIP, maka seharusnya 'platform' PDIP dong yang diimplementasikan, bukan 'platform' yang tidak tahu dari mana asalnya," ujar Effendi dalam diskusi publik Universitas Paramadina bertajuk Evaluasi 100 Hari Pemerintahan Jokowi-JK, di Jakarta, Senin.

Effendi mengatakan Jokowi seharusnya juga mengakomodasi politisi PDIP di jajaran kabinetnya. Setidaknya, kata dia, jangan memberikan jabatan kepada pembisik-pembisik yang belum teruji rekam jejaknya, hanya memanfaatkan kesempatan.

"Kalau kader partai kan terukur, ada pendidikan politiknya," tegas dia.

Effendi menyebut saat ini menteri-menteri Jokowi yang berasal dari PDIP tidak memperoleh tempat yang strategis bagi penyelenggaraan pemerintahan.

Sebaliknya posisi menteri strategis diduduki orang dari partai lain, atau profesional yang tidak memiliki pendidikan politik.

"Sekarang yang orang lihat pemerintahan yang berantakan ini adalah pemerintahan PDIP. Padahal kita (PDIP) tidak di dalam, hanya empat kementerian tapi posisinya tidak jelas," kata dia.

Menurut Effendi, sebenarnya tidak akan ada masalah jika Jokowi bisa mengalokasikan separuh atau 20 jabatan menteri untuk kader PDIP. Bahkan PDIP juga semestinya diberikan peluang untuk menjadi Gubernur BI atau Jaksa Agung.

"Supaya bisa mengimplementasikan program partai," kata dia.

Ditanya apakah perlu dilakukan reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK, Effendi menjawab hal itu percuma saja apabila strukturnya tetap sama.

"Saya berbicara ini apa adanya, terus terang, karena saya kasihan dengan pak Jokowi. Makanya kita bersihkan kabinetnya dari para pembisik-pembisik ini," kata Effendi.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026