Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pemutakhiran data hasil penimbangan balita  berdasarkan laporan petugas gizi dan bidan koordinator di masing - masing puskesmas di daerah itu.

"Pemutakhiran data hasil penimbangan balita perlu dilakukan untuk mendapatkan data status gizi hasil bulan penimbangan Agustus 2022 yang merupakan hasil  entri pengukuran status gizi semua balita yang di input dalam aplikasi ePPGBM  (elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Then Suyanti dalam keterangan, Jumat.

Data yang di input ke dalam aplikasi ePPGBM oleh petugas gizi, sebelumnya sudah melalui tahapan validasi sehingga dipastikan mendapatkan hasil data yang akurat dan signifikan.

Dalam pemutakhiran data penimbangan balita yang digelar selama dua hari mulai tanggal 29 sampai 30 September 2022, melibatkan sejumlah pihak seperti dari Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung,  Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Bappeda Bangka, petugas gizi dan bidan koordinator puskesmas sekabupaten Bangka dan peserta yang lain.

Then Suyanti mengatakan data prevalensi status gizi balita skala kabupaten didapat dari hasil survei nasional seperti hasil riset kesehatan dasar dan hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) yang didapat dari laporan penimbangan rutin bulanan dan bulan pemantauan pertumbuhan Februari dan Agustus yang terintegrasi dengan pemberian kapsul  vitamin A. 

Sub koordinator Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Desi Yanti mengatakan hasil pemutakhiran data status gizi  balita nantinya dapat dipakai sebagai dasar dari perencanaan dan kebijakan  intervensi masalah stunting di tingkat daerah  dalam upaya percepatan penurunan stunting. 

"Dengan menekan angka stunting akan meningkatkan  kualitas sumber daya manusia  masa depan, karena   kualitas SDM generasi bangsa tergantung dari kondisi  status gizi anak balita saat ini," jelas dia.

Berdasarkan data SSGI prevalensi stunting balita di Kabupaten Bangka pada tahun 2019 sebesar 21 persen,  kemudian turun menjadi 17,5 persen hasil  SSGI  2021.  Diharapkan target tahun 2022 prevalensi stunting Kabupaten Bangka  dari hasil  SSGI dapat kembali turun, sedangkan prevalensi stunting balita berdasarkan data ePPGBM  tahun 2021 sebesar 1,68 persen turun dari 1.96 persen pada tahun 2020.
 

Pewarta: Kasmono
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026