"Ada beberapa hal yang perlu pencermatan dan perhatian lebih dari Pemprov Babel dalam pelaksanaan kegiatan anggaran, yakni kegiatan yang ada di dinas pendidikan dan kesehatan," kata Ketua DPRD Babel Herman Suhadi di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan dari sisi kesehatan sejalan dengan agenda prioritas Pj Gubernur untuk mengentaskan stunting di Babel agar mencapai target nasional yakni 14%.
Ia menyampaikan anggaran tersebut dianggarkan untuk pengefektifan kegiatan langsung di lapangan yakni desa-desa. Dalam hal ini, Pemprov Babel akan memberikan bantuan berupa makanan tambahan, suplemen, serta pemberian insentif untuk para kader.
Ia mengungkapkan selain kesehatan, pendidikan menjadi salah satu yang diprioritaskan dalam perubahan anggaran karena karena Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Babel tergolong rendah.
Ia menjelaskan Pemprov Babel ingin menaikkan IPM tersebut lewat pendidikan. Tak hanya itu saja, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024, banyak sekolah yang kekurangan fasilitas seperti ruang kelas, kursi, meja, dan lainnya.
"Kemarin di setiap PPDB itu, terjadi kekurangan kelas, kursi dan lainnya. Maka dari itu kita fokuskan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memprioritaskan pendidikan pada anggaran Tahun 2023 ini, agar di Tahun 2024 tidak terjadi kembali hal yang serupa," katanya.
Pj Gubernur Suganda Pandapotan Pasaribu membenarkan hal tersebut yang memang sebelumnya telah didiskusikan dan rapat secara mendalam dengan banyak pihak terkait perubahan anggaran Tahun 2023 ini.
Ia mengharapkan melalui penandatanganan MoU ini, program dan agenda yang ada dapat segera terealisasikan dengan baik, dan bermanfaat untuk masyarakat Babel.
"Mudah-mudahan dengan sudah ditanda-tanganinya kesepakatan bersama ini, jadi semuanya bisa secepatnya on the track, bisa tepat waktu, sehingga serapan anggaran pun bisa meningkat. Yang mana, kita upayakan serapannya ini bisa di atas 90%," kata Pj Gubernur.
Pewarta: Chandrika Purnama DewiUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026