Inflasi menjelang bulan puasa dipastikan akan meningkat. Hal ini sejalan dengan harga-harga pangan yang bergerak naik.
Sungailiat (Antara Babel) - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau pemerintah setempat untuk mewaspadai kenaikan inflasi dari komponen bahan pangan menjelang Ramadan.

"Inflasi menjelang bulan puasa dipastikan akan meningkat. Hal ini sejalan dengan harga-harga pangan yang bergerak naik," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Provinsi Babel, Bayu Martanto pada rapat koordinasi TPID di ruang pertemuan Bangka, Kamis.

Ia mengatakan kenaikan harga saat menjelang Ramadan dan Lebaran merupakan suatu keniscayaan. Hanya saja, pemerintah bermaksud untuk menekan inflasi agar kebutuhan pokok tetap terjangkau masyarakat.

"Ketersediaan pasokan barang terutama kebutuhan pokok harus benar-benar dipantau sejak dini agar tidak menjadi barang langka dipasaran sehingga mengakibatkan harga melonjak," katanya.

Menurut dia, ada beberapa kebutuhan pokok yang menyebabkan inflasi seperti cabai, telur ayam, daging ayam, daging sapi, bawang merah dan bawang putih serta kebutuhan-kebutuhan lainnya.

"Kebutuhan tersebut sangat erat dengan masyarakat sehingga mau tidak mau harus dikonsumsi sehingga permintaan akan kian meningkat," katanya.

Ia mengatakan keberadaan TPID bertujuan untuk mencari jalan keluar jika terjadi kelangkaan barang di daerah tertentu sehingga inflasi dapat diminimalisir.

"Adanya TPID dapat mendukung terwujudnya stabilitas harga dan pengendalian inflasi khususnya di Kabupaten Bangka," katanya.

Menurut dia, perlu adanya dukungan dan kerjasama semua pihak untuk menjamin kelancaran dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok sehingga stabilitas harga terjaga dan tidak terjadi inflasi yang terlalu tinggi.

Pewarta: Kasmono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026