Kami terus berupaya untuk mengembalikan kejayaan lada putih, melalui peningkatan sumber daya manusia petani, bantuan bibit, pupuk dan sarana produksi lainnya
Pangkalpinang(Antara Babel) - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi bertekad mengembalikan kejayaan lada putih agar dapat menjadi produsen dan eksportir terbesar dunia.

"Kami terus berupaya untuk mengembalikan kejayaan lada putih, melalui peningkatan sumber daya manusia petani, bantuan bibit, pupuk dan sarana produksi lainnya," kata Rustam Effendi saat berkunjung di Desa Serdang Kabupaten Bangka Selatan, Jumat.

Ia mengatakan saat ini petani lada kurang bersemangat menanam lada, karena masih tergiur dengan tambang timah dan sulit menanggani peyakit kuning tanaman ladanya.

"Saya sudah bicara dengan Menteri Perdagangan agar dapat menemukan bibit lada yang berkualitas dan mencari eksportir yang tepat yang bisa membeli lada dengan harga yang bagus, paling tidak di harga Rp150 ribu per kilogram," ujarnya.

Ia mengatakan untuk membantu petani, pemerintah provinsi akan menyediakan bibit lada gratis, mengoptimalkan pelatihan cara bertanam lada yang baik, sehingga petani mandiri untuk merawat tanaman ladanya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan perluasan dan pemantapan areal lada,  penyediaan lahan untuk kebun benih unggul, serta penyediaan sarana produksi.

"Penerapan pengelolaan budidaya yang baik dan penerapan bibit polybag tujuh ruas akan mendorong perkembangan penangkaran lada," katanya.

Menurut dia penyediaan fasilitasi sarana produksi penangkar, serta penerapan pengendalian hama terpadu diupayakan, agar petani semakin bergairah mengembangkan dan meningkatkan perkebunan lada putihnya.

"Kami akan bantu petani memasarkan hasil ladanya, agar mereka mendapatkan harga yang layak dan pada akhirnya minat masyarakat untuk kembali bertanam dan produksi lada putih meningkat," ujarnya.


Pewarta: Kasmono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026