Belitung (ANTARA) - Wakil Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syamsir mengajak masyarakat di daerah itu melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya.
"Saya mengajak masyarakat untuk melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya," katanya di Tanjungpandan, Jumat.
Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pekan Olahraga Tradisional Kabupaten (Potradkab) Belitung Tahun 2025.
Dirinya mengapresiasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung yang telah menggelar Pekan Olahraga Tradisional Kabupaten Belitung Tahun 2025
"Potradkab ini juga sebagai sarana menjaga kesehatan jasmani agar tubuh tetap segar," ujarnya.
Menurut dia, Potradkab Belitung tahun 2025 bukan hanya ajang perlombaan, tetapi sebagai upaya mempererat kebersamaan dan menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.
"Olahraga tradisional tidak membutuhkan alat-alat modern dan mahal. Hal ini membuktikan untuk sehat kita bisa memanfaatkan budaya yang sudah ada sejak lama," katanya.
Syamsir juga mendorong agar olahraga tradisional dapat disosialisasikan lebih massif di sekolah-sekolah setempat, sehingga lebih aktif dalam membina dan mencetak bibit-bibit atlet olahraga tradisional dari sejak usia dini.
"Tujuannya agar anak-anak Belitung bisa bersaing di tingkat regional hingga internasional di masa mendatang," ujarnya.
Plt Kepala Dispora Belitung, Achmad Ridwan di Tanjungpandan, Jumat mengatakan Potradkab Belitung 2025 bertujuan untuk melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya bangsa dan menumbuhkan sikap sportivitas, kebersamaan, dan karakter positif di kalangan generasi muda.
Ia menjelaskan, adapun cabang olahraga yang diperlombakan dalam kegiatan Potradkab Belitung 2025 meliputi egrang, kasti, panahan tradisional, dan hadang.
"Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp49 juta dalam bentuk trofi, medali, dan uang tunai," katanya.
