Sungailiat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggandeng masyarakat di daerah rawan bencana untuk aktif membantu dalam pencegahan bencana.
"Peran masyarakat sangat penting dalam keterlibatan membantu pencegahan bencana alam karena berada di posisi terdepan," kata Kepala Pelaksana BPBD Bangka, Rusmansyah di Sungailiat, Senin.
Ia mengatakan keterlibatan masyarakat dalam hal pencegahan bencana terutama di daerah rawan bencana alam puting beliung dapat dilakukan dengan cara membantu menebang pohon yang berada di sekeliling rumah warga, termasuk membersihkan saluran air di daerah rawan banjir.
"Masyarakat saya minta juga membantu melaporkan ke pemerintah desa terdekat jika ada bencana banjir di lingkungan supaya segera mendapat pertolongan," jelas dia.
Masyarakat dilibatkan dalam pencegahan kata dia, karena keterbatasan jumlah petugas BPBD yang tidak memungkinkan dikerjakan semua oleh BPBD.
Ia mengakui, potensi bencana alam yang sering terjadi di daerah itu seperti angin puting beliung dan pada saat musim panas seperti sekarang bencana kebakaran rumah warga juga terjadi.
Terdata selama tiga hari terakhir sebanyak delapan rumah warga di Kecamatan Belinyu mengalami kerusakan akibat angin puting beliung.
"Dari delapan rumah warga yang rusak itu meliputi dua rumah mengalami rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak ringan," jelas dia.
Sedangkan musibah bencana kebakaran rumah warga dari Juli sampai Agustus 2025, sebanyak tiga unit rumah warga masing - masing pada 21 Juli 2025 di Kecamatan Belinyu atas nama pemilik rumah Sukirno.
Pada Kamis, 24 Juli 2025 terjadi kebakaran rumah Desa Kimak Jalan Depati Bahrain Dusun 1 RT 03 Kecamatan Merawang atas nama pemilik rumah Muhammad, kebakaran disebabkan arus pendek listrik dalam kamar.
Pada Jumat (1/8) terjadi kebakaran rumah di Kampung Baru Lingkungan Parit Pekir Sungailiat, atas nama pemilik Feby Kusnata. Api berasal kompor di dapur membakar sebagian rumah korban. Korban mendapat bantuan terpal diharapkan dapat dimanfaatkan sementara untuk menutupi atap rumah.
Selain kebakaran rumah, diketahui juga terjadi kebakaran hutan di beberapa titik yang belum diketahui penyebabnya.
