Gula pasir didatangkan dari daerah sentra untuk mencukupi permintaan dan menjaga harga agar tetap stabil.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Pangklpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat stok gula pasir di daerah itu bertambah sebanyak 166,80 ton.

"Gula pasir didatangkan dari daerah sentra untuk mencukupi permintaan dan menjaga harga agar tetap stabil," kata Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Pangkalpinang, Eka Subehi, Kamis.

Ia menjelaskan, stok awal gula pasir di gudang-gudang distributor sebanyak 245,50 ton, setelah bertambah kemudian disalurkan ke pedagang eceran sebanyak 305 ton dan saat ini tersisa 107,30 ton.

"Stok gula pasir yang tersisa itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga hingga dua bulan ke depan dan permintaan menjelang perayaan Imlek juga cenderung stabil," ujarnya.

Ia mengatakan, karena kecukupan stok harga gula masih bertahan stabil, gula pasir merek PSM Rp15.000 per kilogram dan kiloan Rp13.000 per kilogram.

Sementara itu stok awal garam beryodium di gudang-gudang distributor sebanyak 500 ton lalu bertambah 500 ton kemudian disalurkan sebanyak 150 ton sehingga tersisa sebanyak 850 ton.

Dengan cukupnya persediaan harga garam tetap bertahan stabil garam beryodium bata dan halus masing-masing Rp3.000 dan Rp5.500 per kilogram, sedangkan permintaan normal.

Ia berharap, pelaku usaha terus meningkatkan pasokan untuk menjaga persediaan sehingga dapat mengantisipasi gejolak harga.

"Menjelang perayaan Imlek 2017 tidak ada peningkatan permintaan yang cukup signifikan, permintaan masih didominasi oleh pengusaha makanan ringan dan manis," ujarnya. 


Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026