Jakarta (ANTARA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan pembentukan akademi atau pusat pelatihan khusus bagi atlet nasional yang difokuskan untuk menyiapkan talenta terbaik Indonesia menghadapi kompetisi internasional, terutama Olimpiade.
Instruksi tersebut ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam rapat terbatas yang digelar setibanya Presiden dari kunjungan ke Mesir, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa.
"Bapak Presiden ingin kita mempunyai suatu akademi atau suatu tempat penggemblengan khusus untuk beberapa cabang-cabang olahraga yang memang kita harapkan itu bisa masuk ke Olimpiade dan harapannya tentu mendapatkan medali," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seusai rapat terbatas.
Prasetyo menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi langkah awal untuk melakukan pembenahan besar terhadap sistem pembinaan olahraga nasional agar Indonesia dapat bersaing lebih kuat di kancah global.
Ia menambahkan, gagasan itu juga merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi penampilan Tim Nasional Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Menurut Prasetyo, Presiden menilai perlunya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai cabang olahraga di Tanah Air, tidak hanya sepak bola.
Dikatakan Prasetyo, langkah tersebut diharapkan menjadi momentum perbaikan besar dalam sistem olahraga nasional agar Indonesia mampu tampil lebih kompetitif di level dunia.
"Secara spesifik memang Bapak Presiden menyampaikan kita harus membuat evaluasi menyeluruh. Bahkan tadi, sampai kepada diskusi tidak hanya masalah sepak bola," ujarnya.
Rapat terbatas yang berlangsung di Gedung VVIP Lanud Halim Perdanakusuma itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto.
