Sungailiat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat peran Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) untuk menjaga dan mengamankan data pemerintah dari ancaman siber.
"Peran TTIS sangat penting untuk menjaga keamanan data karena diketahui di era digital ancaman keamanan siber semakin kompleks dan tidak bisa dipandang sebelah mata," kata Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kabupaten Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, diacara Bimbingan Teknis TTIS, Senin.
Ia mengatakan bahaya dan ancaman siber selalu mengintai di ruang, sementara dituntut terkoneksi dengan ruang siber dalam segala aktivitas dan sistem di lingkung kerja khususnya pelayanan publik dan keamanan data.
"Di tengah percepatan digitalisasi layanan publik, keamanan siber menjadi pondasi utama tata kelola pemerintahan yang efektif, terpercaya dan tahan gangguan," jelas Boy Yandra.
Dia berpendapat antisipasi secara sistematis harus dilakukan ketika data warga, sistem anggaran, pelayanan kesehatan dan administrasi pemerintahan beralih ranah digital dapat terancam kebocoran data.
"Dampak terbesar jika ada gangguan layanan dan serangan siber tentu akan melumpuhkan fungsi pemerintahan," katanya.
Boy Yandra menilai TTIS bukan sekedar struktur administrasi, melainkan jembatan antara teknologi dan kepercayaan publik.
"Kita menjaga hak warga atas layanan publik yang aman, menjaga reputasi institusi dan memperkokoh ketahanan digital nasional," ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bangka, Teddy Sudarsono mengatakan penguatan TTIS menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi data, layanan dan infrastruktur digital pemerintahan.
"Lembaga Komunikasi dan Informasi memiliki peran strategis dalam mencegah, mendeteksi dan merespon insiden siber yang semakin kompleks," jelas Teddy Sudarsono.
Pewarta: KasmonoUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026