Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama PT Pelindo Persero Regional 2 Pangkalbalam bersinergi untuk meningkatkan kelancaran distribusi sembako guna menekan kenaikan harga bahan pokok dan inflasi di daerah itu.
"Inilah pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, Pelindo dan pemangku kepentinganainnya dalam mengatasi permasalahan distribusi bahan pokok ini," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani saat memimpin focus group discussion (FGD) di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan kegiatan FGD ini tidak hanya membahas langkah dan strategi peningkatan distribusi sembako tetapi juga untuk membahas pendangkalan alur Pelabuhan Pangkalbalam, guna mencari solusi terbaik masalah yang dihadapi pelabuhan tersebut.
"Kondisi alur pelayaran yang mengalami sedimentasi, pengaruh pasang surut dan terbatasnya kapasitas dermaga pelabuhan ini akan berdampak pada distribusi sembako yang mengakibatkan inflasi di daerah ini," ujarnya.
Ia meminta semua pihak dapat bekerja sama dan bersinergi dengan baik, guna mengatasi ketidaklancaran distribusi akibat pendangkalan alur pelayaran kapal di pelabuhan ini.
"Saya berharap dengan adanya FGD ini, dapat ditemukan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan pendangkalan alur Pelabuhan Pangkalbalam. Oleh karena itu, tolong kita semua dapat bekerja sama dan bersinergi dengan baik untuk menuntaskan permasalahan ini," ujarnya.
Ia berharap dengan adanya kebijakan ini dapat mempengaruhi inflasi di Kepulauan Babel menjadi lebih terkendali sehingga perekonomian daerah semakin meningkat.
"Saya meminta kepada PT Pelindo untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan pendangkalan alur Pelabuhan dan dengan bekerja sama bersama pemerintah daerah, kita optimis permasalahan ini segera tuntas," katanya.
Pewarta: AprionisEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026