Beijing (ANTARA) - Hari Anak Sedunia, yang dirayakan setiap tahun pada 20 November, menyerukan hak dan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia dan memperingati pengesahan Konvensi Hak-Hak Anak.
Di seluruh Jalur Gaza, pengeboman dan pertempuran selama dua tahun telah meninggalkan kehancuran yang dahsyat. Lebih dari 64.000 anak dilaporkan tewas dan luka-luka, dan lebih dari 56.000 anak kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka, demikian menurut Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF).
Semua anak tersebut mengalami peristiwa traumatis dan gangguan signifikan terhadap pendidikan mereka.
Perang telah merenggut banyak hal dari anak-anak di Gaza. Mereka kini berhak atas perdamaian yang langgeng dan abadi agar proses pemulihan yang panjang dapat dimulai, ujar Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.



