Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat Smart Air tipe C208B registrasi PK-SNS rute Nabire (NBX) - Kaimana (KNG) melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, Selasa siang, karena mengalami gangguan pada mesin.

"Laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada engine. Kemudian Pilot in Command (PIC) Capt. Tania K memutuskan Return to Base (RTB). Namun dikarenakan thrust power semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa.

Thrust power atau daya dorong dalam pesawat adalah gaya yang dihasilkan mesin pesawat untuk mendorong pesawat maju ke depan agar bisa bergerak, lepas landas, menanjak, dan mempertahankan kecepatan di udara.

Lukman mengatakan saat ini sedang dilakukan penarikan pesawat ke pantai. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut dan seluruh penumpang serta awak pesawat telah dievakuasi dengan selamat ke terminal bandara. Adapun total penumpang dan awak pesawat adalah 13 orang.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire dengan operator penerbangan, TNI, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan dengan aman dan terkendali,” katanya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab insiden ini.

Baca juga: 13 penumpang Smart Air selamat usai mendarat darurat di Pantai Nabire

Baca juga: Pesawat Smart Air jatuh di pantai Nabire, 13 penumpang selamat



Pewarta: Indra Arief Pribadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026