• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News babel
Senin, 15 Desember 2025
Antara News babel
Antara News babel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
      Update korban bencana Sumut: Meninggal bertambah jadi 355 orang

      Update korban bencana Sumut: Meninggal bertambah jadi 355 orang

      Minggu, 14 Desember 2025 22:31

      Pemerintah pastikan pencarian korban terus berlanjut di tiga provinsi

      Pemerintah pastikan pencarian korban terus berlanjut di tiga provinsi

      Minggu, 14 Desember 2025 22:26

      Presiden Prabowo soroti stabilitas pangan hadapi permintaan akhir tahun

      Presiden Prabowo soroti stabilitas pangan hadapi permintaan akhir tahun

      Minggu, 14 Desember 2025 22:24

      Air mata Raffi Ahmad meluap kala mengunjungi korban banjir Sumatra

      Air mata Raffi Ahmad meluap kala mengunjungi korban banjir Sumatra

      Minggu, 14 Desember 2025 22:21

      Kerugian banjir di Aceh Timur capai Rp5,39 triliun

      Kerugian banjir di Aceh Timur capai Rp5,39 triliun

      Minggu, 14 Desember 2025 22:14

  • Mancanegara
      Penembakan massal di Australia, korban tewas jadi 12 orang

      Penembakan massal di Australia, korban tewas jadi 12 orang

      Senin, 15 Desember 2025 0:09

      Pemimpin Thailand dan Kamboja Berbicara via Telepon dengan Trump

      Pemimpin Thailand dan Kamboja Berbicara via Telepon dengan Trump

      Minggu, 14 Desember 2025 1:08

      Jepang peringatkan potensi tsunami usai gempa M 6,7

      Jepang peringatkan potensi tsunami usai gempa M 6,7

      Jumat, 12 Desember 2025 13:42

      Prabowo di Pakistan-Rusia hasilkan fakultas kedokteran baru dan sains

      Prabowo di Pakistan-Rusia hasilkan fakultas kedokteran baru dan sains

      Jumat, 12 Desember 2025 11:11

      Analisis: Presiden Prabowo tampilkan diplomasi berkaliber tinggi

      Analisis: Presiden Prabowo tampilkan diplomasi berkaliber tinggi

      Jumat, 12 Desember 2025 11:08

  • Bangka Belitung
    • Pangkal Pinang
    • Bangka
    • Bangka Tengah
    • Bangka Selatan
    • Bangka Barat
    • Belitung
    • Belitung Timur
    • Lingkungan
        PT Timah tanam 5.000 mangrove di Pantai Kobel mitigasi bencana

        PT Timah tanam 5.000 mangrove di Pantai Kobel mitigasi bencana

        Jumat, 12 Desember 2025 20:31

        YKAN - Pemprov Babel siapkan tujuh aksi pulihkan mangrove

        YKAN - Pemprov Babel siapkan tujuh aksi pulihkan mangrove

        Selasa, 9 Desember 2025 9:58

        Pemprov Babel-YKAN selaraskan rencana pemulihan ekosistem mangrove

        Pemprov Babel-YKAN selaraskan rencana pemulihan ekosistem mangrove

        Senin, 8 Desember 2025 21:39

        Polres Bangka Barat tanam 200 bibit jambu mete di lahan kritis

        Polres Bangka Barat tanam 200 bibit jambu mete di lahan kritis

        Sabtu, 6 Desember 2025 21:09

        ANTARA Jambi-Pemkab Tanjabbar tanam mangrove di Pangkal Babu

        ANTARA Jambi-Pemkab Tanjabbar tanam mangrove di Pangkal Babu

        Sabtu, 6 Desember 2025 17:36

    • Olahraga
        Klasemen Super League: Persib gagal salip Persija

        Klasemen Super League: Persib gagal salip Persija

        Minggu, 14 Desember 2025 22:19

        Sassuolo tahan AC Milan 2-2, Jay Idzes bermain penuh

        Sassuolo tahan AC Milan 2-2, Jay Idzes bermain penuh

        Minggu, 14 Desember 2025 22:12

        Bola tangan Indonesia cetak sejarah di SEA Games 2025

        Bola tangan Indonesia cetak sejarah di SEA Games 2025

        Minggu, 14 Desember 2025 22:09

        Seni beregu putra raih emas pertama untuk pencak silat SEA Games 2025

        Seni beregu putra raih emas pertama untuk pencak silat SEA Games 2025

        Minggu, 14 Desember 2025 21:39

        Sabar/Reza sabet emas ganda putra SEA Games 2025

        Sabar/Reza sabet emas ganda putra SEA Games 2025

        Minggu, 14 Desember 2025 19:36

    • Gaya Hidup
        Vin Diesel akan gandeng peran Cristiano Ronaldo di Fast & Furious 11

        Vin Diesel akan gandeng peran Cristiano Ronaldo di Fast & Furious 11

        Minggu, 14 Desember 2025 18:02

        Byun Yo Han dan Tiffany tulis surat buat penggemar terkait hubungannya

        Byun Yo Han dan Tiffany tulis surat buat penggemar terkait hubungannya

        Minggu, 14 Desember 2025 11:00

        Tutup 2025, Kawasaki luncurkan tiga model baru untuk perkuat segmen premium

        Tutup 2025, Kawasaki luncurkan tiga model baru untuk perkuat segmen premium

        Kamis, 11 Desember 2025 23:03

        Mengidentifikasi penyakit dari perubahan bentuk kuku

        Mengidentifikasi penyakit dari perubahan bentuk kuku

        Kamis, 11 Desember 2025 15:14

        Imigrasi Pangkalpinang sosialisasikan TPPO di Kampus ISB

        Imigrasi Pangkalpinang sosialisasikan TPPO di Kampus ISB

        Rabu, 10 Desember 2025 19:47

    • Opini
        Di antara peristiwa dan ingatan

        Di antara peristiwa dan ingatan

        Minggu, 14 Desember 2025 10:56

        88 tahun LKBN ANTARA, tetap eksis di tengah krisis

        88 tahun LKBN ANTARA, tetap eksis di tengah krisis

        Minggu, 14 Desember 2025 10:36

        LKBN ANTARA 88 Tahun: Dari saksi sejarah revolusi hingga transformasi digital

        LKBN ANTARA 88 Tahun: Dari saksi sejarah revolusi hingga transformasi digital

        Sabtu, 13 Desember 2025 9:22

        88 Tahun ANTARA mengawal kedaulatan informasi Indonesia

        88 Tahun ANTARA mengawal kedaulatan informasi Indonesia

        Jumat, 12 Desember 2025 13:38

        Transformasi digital ANTARA dan babak baru diplomasi informasi RI

        Transformasi digital ANTARA dan babak baru diplomasi informasi RI

        Jumat, 12 Desember 2025 10:52

    • English News
        Erick Thohir Indonesia men's badminton gold at Sea Games

        Erick Thohir Indonesia men's badminton gold at Sea Games

        Kamis, 11 Desember 2025 10:42

        State must not lose against illegal tin mining: Defense Minister

        State must not lose against illegal tin mining: Defense Minister

        Rabu, 19 November 2025 21:31

        KPK backs Prabowo's move to use seized assets for school smartboards

        KPK backs Prabowo's move to use seized assets for school smartboards

        Rabu, 19 November 2025 9:56

        Prabowo confers National Hero titles on Soeharto, nine figures

        Prabowo confers National Hero titles on Soeharto, nine figures

        Senin, 10 November 2025 14:27

        Prabowo and Indonesia's active role for lasting peace in Gaza

        Prabowo and Indonesia's active role for lasting peace in Gaza

        Jumat, 17 Oktober 2025 14:24

    • Pariwisata dan Multikultur
      • Pangkalpinang
      • Bangka
      • Bangka Tengah
      • Bangka Barat
      • Bangka Selatan
      • Belitung
      • Belitung Timur
      • Foto
        • Latihan penanganan kecelakaan pesawat di Pangkalpinang

          Latihan penanganan kecelakaan pesawat di Pangkalpinang

          Selasa, 9 Desember 2025 18:25

          Tumpukan batang kayu dan lumpur hambat akses ke Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang

          Tumpukan batang kayu dan lumpur hambat akses ke Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang

          Sabtu, 6 Desember 2025 11:16

          Kekompakan Gubernur dan Wagub Babel Senam Bedincak

          Kekompakan Gubernur dan Wagub Babel Senam Bedincak

          Jumat, 21 November 2025 17:03

          Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka

          Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka

          Rabu, 5 November 2025 11:09

          Aksi demonstrasi di Kantor PT Timah Babel

          Aksi demonstrasi di Kantor PT Timah Babel

          Senin, 6 Oktober 2025 15:52

      • Video
        • Pemkot Pangkalpinang salurkan bantuan bagi warga terdampak banjir rob

          Pemkot Pangkalpinang salurkan bantuan bagi warga terdampak banjir rob

          Jumat, 12 Desember 2025 19:28

          Polda Babel terjunkan 1.600 personel dalam Operasi Tertib Tambang

          Polda Babel terjunkan 1.600 personel dalam Operasi Tertib Tambang

          Kamis, 11 Desember 2025 14:33

          Babel himpun bantuan pelajar bagi korban bencana di Pulau Sumatera

          Babel himpun bantuan pelajar bagi korban bencana di Pulau Sumatera

          Rabu, 10 Desember 2025 15:15

          Pemkot Pangkalpinang penuhi hak dasar warga negara, perbaiki 5 RTLH

          Pemkot Pangkalpinang penuhi hak dasar warga negara, perbaiki 5 RTLH

          Selasa, 9 Desember 2025 21:17

          Penyaluran KUR di Babel capai Rp1,416 triliun untuk 36.107 debitur

          Penyaluran KUR di Babel capai Rp1,416 triliun untuk 36.107 debitur

          Selasa, 9 Desember 2025 16:42

      Guruku sayang, guruku (jangan sampai) malang

      Oleh Sizuka Selasa, 25 November 2025 10:17 WIB

      Guruku sayang, guruku (jangan sampai) malang

      Jakarta (ANTARA) - Indonesia Emas 2045 selalu bicara tentang kualitas manusia, tetapi kita jarang menoleh kepada para guru yang mengasah kualitas itu setiap hari.

      Para guru berdiri di garis depan, tapi jejak langkah mereka sering tenggelam di balik gegap gempita visi besar bangsa.

      Kini, perlahan muncul janji perubahan, dan kita hanya perlu memastikan janji itu tak berhenti sebagai gema di udara.

      Indonesia sedang menulis babak penting menuju Visi Indonesia Emas 2045, sebuah cita-cita besar tentang bangsa yang maju, mandiri, dan bermartabat.

      Di atas kertas, visi ini bertumpu pada satu pilar utama: kualitas sumber daya manusia. Namun, di balik gebyar jargon dan optimisme pembangunan, ada sebuah ironi yang terus mengintip dari balik tirai: masa depan yang besar ini dititipkan pada pundak para guru yang justru masih harus memperjuangkan kesejahteraan paling dasar.

      Ada satu ironi yang selalu muncul di setiap Hari Guru: kita berlomba merayakan mereka dengan pujian manis, tetapi sering lupa bahwa profesi ini berdiri di antara tuntutan tinggi dan penghargaan yang tak selalu sepadan.

      Setiap tahun, peringatan Hari Guru seolah-olah menjadi cermin yang menegaskan kontradiksi lama: kita ingin melompat jauh ke masa depan, tetapi masih terseok menyelesaikan perkara paling mendasar di ruang kelas.

      Guru dituntut profesional, adaptif, kreatif, dan inspiratif. Namun banyak dari mereka masih harus memikirkan hal-hal sesederhana: cukup tidak hari ini untuk membeli kebutuhan rumah tangga? Bagaimana nasib status kepegawaian yang bertahun-tahun digantung? Kapan mereka bisa benar-benar mengajar tanpa dibelit pekerjaan administratif yang tak ada habisnya?

      Padahal, dalam logika paling sederhana sekalipun, bangsa tak mungkin melahirkan generasi emas jika para “pengrajinnya” sendiri dibiarkan bekerja dalam keadaan perak, bahkan tembaga.

      Kualitas pembelajaran mustahil melesat bila guru lebih sering menambal keseharian ketimbang memoles kompetensi.

      Untuk mencetak anak didik yang kritis dan berkarakter, guru seharusnya memiliki ruang untuk tumbuh, bukan justru terjerat oleh laporan, formulir, data, dan rutinitas administratif yang memakan energi tanpa menambah mutu.

      Di tengah udara pesimis yang kadang memenuhi percakapan tentang kesejahteraan pendidik, beberapa angin segar memang mulai berhembus.

      Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, misalnya, menyatakan komitmennya mendorong percepatan sertifikasi dan penataan tunjangan yang lebih “manusiawi”. Sebuah langkah yang setidaknya memberi harapan bahwa profesi guru tidak terus-menerus dibiarkan berjalan sendirian dalam kabut birokrasi.

      Sementara itu, di jalur yang lain, Kementerian Agama menyiapkan anggaran Rp 7,25 triliun untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) madrasah pada 2025, termasuk pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) sekitar Rp 2 triliun yang sudah digulirkan lebih cepat sebagai dukungan nyata bagi para pendidik yang memikul kelas demi kelas.

      Apakah semua ini langsung menyelesaikan persoalan? Tentu tidak. Namun, sentuhan kebijakan itu memberi nuansa baru: bahwa ada upaya, ada perhatian, ada sejenis pengakuan bahwa masa depan negeri ini tidak bisa dilepaskan dari ruang kelas yang sering kita lupakan.

      Guru --yang selama ini bertahan dengan idealisme, humor tipis-tipis, dan kesabaran tingkat dewa— akhirnya mendapat secercah sinyal bahwa negara tidak sepenuhnya memalingkan wajah. Mungkin, justru pada titik inilah Hari Guru menemukan maknanya: bukan sekadar seremoni, tapi momen untuk menimbang ulang cara kita memperlakukan mereka.

      Apakah kita masih menganggap guru sebagai “pelengkap administratif” dalam sistem pendidikan, atau sebagai inti dari perjalanan bangsa yang ingin kita banggakan?

      Segala visi besar selalu bermula dari ruang kelas. Tetapi ruang kelas itu hanya bisa menjadi taman peradaban apabila penjaga tamannya benar-benar dihargai, bukan hanya dipuji.

      Guru datang ke kelas setiap pagi dengan bekal yang tak pernah habis: panggilan jiwa. ANTARA/Sizuka

      Tinggi tuntutan

      Ironi terbesar dalam perjalanan pendidikan kita bukan hanya tentang guru yang digaji seadanya, tetapi tentang guru yang kerap diperlakukan seolah mereka berada di posisi yang salah.

      Dalam beberapa tahun terakhir, publik berkali-kali dikejutkan oleh berita guru dipolisikan karena tindakan mendisiplinkan murid, tindakan yang, dalam konteks ruang kelas, sejatinya dilakukan demi pendidikan, bukan kekerasan.

      Namun, di tengah atmosfer sensitif dan pola pikir serba menuntut bukti —segala sesuatu harus direkam, dilaporkan, dan dibenarkan secara formal—, ruang untuk menimbang niat baik guru perlahan menghilang. Hukum sering datang sebelum dialog, dan sanksi sering tiba sebelum pemahaman.

      Tak sedikit guru yang akhirnya dipecat, dicabut kehormatannya, bahkan dipersempit jalannya hanya karena satu langkah yang dinilai keliru, meski bertahun-tahun sebelumnya ia menanamkan nilai, kesabaran, dan kejujuran pada ratusan anak. Beruntung, dalam sebagian kasus masih ada pihak yang berdiri membela, meredakan hukuman yang telanjur dijatuhkan, dan membantu memulihkan martabat sang guru.

      Di satu sisi kita menempatkan guru sebagai teladan moral; pada bagian lain, kita tak segan menimbangnya dengan standar yang tak manusiawi: harus sabar tanpa batas, benar tanpa cela, tetap tenang meski diserbu masalah.

      Bagian paling getir dari ironi ini muncul dari tempat yang paling dekat: orang tua. Mereka yang seharusnya menjadi mitra utama dalam pendidikan kadang justru berubah menjadi pihak pertama yang mengangkat telunjuk.

      Komplain kecil menjelma tuntutan besar. Ketidaknyamanan berubah menjadi laporan. Bahkan sebelum guru diberi ruang menjelaskan, masalah sudah berubah menjadi kasus. Anehnya, orang tua yang paling mudah melapor sering pula adalah mereka yang berkata telah mempercayakan pendidikan anaknya pada sekolah.

      Kepercayaan, ternyata, di negeri ini mudah diucapkan, tetapi cepat ditarik begitu terjadi gesekan kecil.

      Jika orang tua merasa mampu mendidik anak sepenuhnya, sekolah sebenarnya tak perlu menjadi tempat menitipkan harapan sekaligus melimpahkan kemarahan.

      Namun, bila memang pendidikan adalah kerja bersama, maka guru layak dihargai sebagai mitra, bukan tersangka. Karena bagaimana mungkin guru mendidik generasi tangguh bila setiap langkahnya dipertaruhkan di atas meja pengaduan? Bagaimana mungkin anak belajar hormat, bila kita sendiri tak memberi teladan menghormati mereka yang mengajar?

      Di titik ini, refleksi itu mengetuk: barangkali bukan guru yang berubah, tapi kitalah yang perlu belajar kembali cara memuliakan mereka.

      Tidak hanya mengajar pelajaran di kelas, guru juga mendidik akhlak anak. ANTARA/Sizuka

      Bakti sunyi

      Di tengah derasnya tuntutan yang tak selalu sebanding dengan penghargaan, guru tetap datang setiap pagi dengan satu bekal yang tak pernah habis: panggilan jiwa.

      Ada janji-janji perbaikan yang berembus dari berbagai arah, ada apresiasi yang kadang hanya hadir seremonial, dan ada pula ekspektasi masyarakat yang terus meninggi.

      Namun di balik itu semua, makna besar dari pekerjaan seorang guru tak pernah berkurang, sekalipun ruang untuk benar-benar dihargai belum selalu terbuka sebagaimana mestinya.

      Sebab guru tidak hidup dari pujian, tetapi dari cahaya kecil yang mereka nyalakan di kepala dan hati murid-muridnya. Cahaya yang mungkin tak langsung terlihat, tapi perlahan tumbuh menjadi karakter, menjadi keberanian, menjadi arah hidup seseorang.

      Tiap kali seorang murid melangkah lebih jauh dari yang ia bayangkan, ada jejak guru yang diam-diam ikut berjalan di sana.

      Tidak ada bakti guru yang sia-sia. Tidak ada pengorbanan yang luput dari hitungan. Ketika dunia belum memberi cukup tempat, ada Yang Maha Memperhitungkan setiap niat, setiap kesabaran, setiap tetes lelah yang tak sempat disuarakan.

      Kemuliaan hidup bukan hanya soal materi yang diterima, melainkan tentang amal yang tak pernah putus —ilmu yang terus mengalir bahkan setelah seorang guru menutup kelasnya untuk terakhir kali.

      Wahai guru, tetaplah mengajar dengan hati; tetaplah menyalakan api kecil itu, meski suasana kadang terasa remang.

      Suatu hari, bangsa ini akan menyadari bahwa pondasi Indonesia Emas tak dibangun dari gedung tinggi atau kurikulum megah, tetapi dari para guru yang setia berdiri di depan kelas, memberi masa depan pada anak-anak tanpa pernah meminta lebih.

      Karena pada akhirnya, guru bukan sekadar profesi; guru adalah jalan menuju kemuliaan, dan siapapun yang setia menapak di atas lintasan itu, tak akan pernah hilang dalam perjalanan.

      Upacara Hari Guru di SD Negeri Bakti Jaya 1, Depok - Jawa Barat, Selasa (25/11/2025). ANTARA/Sizuka

      Editor : Bima Agustian
      COPYRIGHT © ANTARA 2025

      Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

      • Whatsapp
      • facebook
      • twitter
      • email
      • pinterest

      Berita Terkait

      Bupati Bangka mengingatkan guru jaga integritas pelayanan pendidikan

      Bupati Bangka mengingatkan guru jaga integritas pelayanan pendidikan

      26 November 2025 16:51

      Pemerintah Bangka Barat tingkatkan profesionalitas para guru

      Pemerintah Bangka Barat tingkatkan profesionalitas para guru

      25 November 2025 23:23

      HUT ke 80 PGRI 2025: Momentum pentingnya guru dalam masyarakat

      HUT ke 80 PGRI 2025: Momentum pentingnya guru dalam masyarakat

      25 November 2025 20:07

      HUT ke 80 PGRI 2025: Momentum pentingnya guru dalam masyarakat

      HUT ke 80 PGRI 2025: Momentum pentingnya guru dalam masyarakat

      25 November 2025 17:38

      PT Timah tingkatkan kualitas guru di lingkar tambang

      PT Timah tingkatkan kualitas guru di lingkar tambang

      25 November 2025 17:26

      Wabup Bangka Tengah: Guru pengawal masa depan generasi muda

      Wabup Bangka Tengah: Guru pengawal masa depan generasi muda

      25 November 2025 16:43

      Lirik lagu "Terima Kasih Guruku" karya cipta Sri Widodo

      Lirik lagu "Terima Kasih Guruku" karya cipta Sri Widodo

      25 November 2025 14:01

      7 ide rayakan Hari Guru Nasional di sekolah

      7 ide rayakan Hari Guru Nasional di sekolah

      25 November 2025 13:27

      Terpopuler

      Update klasemen medali SEA Games 2025: Indonesia merangsek ke posisi kedua dengan 31 medali emas

      SEA Games 2025

      Update klasemen medali SEA Games 2025: Indonesia merangsek ke posisi kedua dengan 31 medali emas

      Jadwal timnas voli putri di SEA Games 2025: Indonesia vs Thailand

      SEA Games 2025

      Jadwal timnas voli putri di SEA Games 2025: Indonesia vs Thailand

      Update klasemen medali SEA Games 2025: Indonesia tetap di posisi ketiga

      SEA Games 2025

      Update klasemen medali SEA Games 2025: Indonesia tetap di posisi ketiga

      Babak pertama, Indonesia vs Myanmar imbang 1-1

      SEA Games 2025

      Babak pertama, Indonesia vs Myanmar imbang 1-1

      Daftar perolehan medali Indonesia di SEA Games 2025: Tujuh medali didapatkan pada hari keempat

      SEA Games 2025

      Daftar perolehan medali Indonesia di SEA Games 2025: Tujuh medali didapatkan pada hari keempat

      Top News

      • Penembakan massal di Australia, korban tewas jadi 12 orang

        Penembakan massal di Australia, korban tewas jadi 12 orang

        3 jam lalu

      • Pembalap tewas akibat kecelakaan dalam final Sumatera Cup Prix

        Pembalap tewas akibat kecelakaan dalam final Sumatera Cup Prix

        4 jam lalu

      • Pemkab Bangka Barat perkuat daya tarik Pantai Pasirkuning

        Pemkab Bangka Barat perkuat daya tarik Pantai Pasirkuning

        5 jam lalu

      • Update korban bencana Sumut: Meninggal bertambah jadi 355 orang

        Update korban bencana Sumut: Meninggal bertambah jadi 355 orang

        5 jam lalu

      • Pemerintah pastikan pencarian korban terus berlanjut di tiga provinsi

        Pemerintah pastikan pencarian korban terus berlanjut di tiga provinsi

        5 jam lalu

      Antara News babel
      babel.antaranews.com
      Copyright © 2025
      • Top News
      • Terkini
      • RSS
      • Twitter
      • Facebook
      • Mancanegara
      • Bangka Belitung
      • Lipsus
      • Lingkungan
      • Olahraga
      • Gaya Hidup
      • Opini
      • English-news
      • Pariwisata Babel
      • Ketentuan Penggunaan
      • Tentang Kami
      • Pedoman
      • Kebijakan Privasi
      • BrandA
      • ANTARA Foto
      • Korporat
      • PPID
      • www.antaranews.com
      • Antara Foto
      • IMQ
      • Asianet
      • OANA