Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk menggencarkan Program Literasi Guru dan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru di lingkar tambang wilayah operasional perusahaan.
"Program ini untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah operasional perusahaan," kata Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menyatakan PT Timah Tbk menyadari guru memiliki peran sentral dalam membentuk generasi masa depan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pendidik menjadi salah satu fokus perusahaan dalam pilar pendidikan program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Saat ini sudah ratusan guru di berbagai jenjang pendidikan mengikuti pelatihan literasi dan Gernas Tastaka untuk meningkatkan kualitas dan mutu pahlawan tanpa tanda jasa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau," katanya.
Ia menyatakan dalam melaksanakan program Gernas Tastaka, PT Timah Tbk berkolaborasi dengan Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas dan Dinas Pendidikan di wilayah Operasional Perusahaan. Sedangkan Program Literasi Guru PT Timah Tbk berkolaborasi dengan Komunitas Literasi Sekawan.
"Program ini untuk mendorong guru dalam memenuhi standar kompetensi sesuai dengan tuntutan profesi dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni guna menjaga profesionalitas guru," katanya.
Ia berharap melalui program ini dapat berdampak pada peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di kelas dan dapat menginspirasi peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggungjawab, kreatif, dan inovatif sehingga berdampak pada peningkatan kualitas SDM.
"Kami berharap Gernas Tastaka dapat meningkatkan kualitas pendidikan metode pengajaran matematika dasar," katanya.
Salah satu guru yang mengikuti program Literasi Guru, Diki mengatakan program Timah Mengajar sangat menarik dan relevan untuk diterapkan di lingkungan sekolah.
“Kami mendapatkan wawasan baru tentang cara menulis karya ilmiah populer yang baik dan benar. Ilmu ini akan kami implementasikan di sekolah, baik dalam proses belajar mengajar maupun kepada sesama guru,” ujar guru SDN 5 Jebus beberapa waktu lalu.
