Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menjajaki peluang pasar ekspor kain cual dan batik Babel ke Malaysia.

"Kain cual dan batik asal Babel telah dikenalkan langsung para pelaku usaha kepada Atase Perdagangan Indonesia di Kuala Lumpur, pertemuan ini kita selenggarakan bersama Kementerian Perdagangan dalam acara pemaparan menyeluruh kepada para pelaku bisnis negara tersebut," kata Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Babel Agus Setio Rini di Pangkalpinang, Jumat.

Pelaku usaha Babel yang mendapatkan kesempatan melakukan pemaparan profil usaha dan contoh produk tersebut, antara lain CV Media 46 Merk Ishadi Cual, dan CV Sepiak Belitong Merk Sepiak, Tanah Wari dan Batik Kampung Katak.

Ia berharap para pihak yang hadir pada pertemuan itu dapat terus menguatkan sinergisitas mampu mendorong produk UMKM Babel masuk pasar ekspor.

"Kami optimistis melalui sinergisitas yang dibangun bersama Bea Cukai Pangkalpinang dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Babel dapat mendorong produk UMKM masuk pasar mancanegara," katanya.

Dalam pertemuan itu, masing-masing pelaku usaha mengenalkan profil usaha dan produk, antara lain Ishadi menjelaskan perusahaan itu berdiri pada tahun 2000 di Pangkalpinang dengan produksi kain cual yang menjadi kain khas identitas Babel dan berkomitmen melestarikan motif kain cual sebagai warisan budaya Babel.

Selain memiliki kekayaan dan keunikan pada motif flora dan fauna, kain ini ditenun menggunakan teknik gabungan tenun ikat dan sungkit.

Sementara itu, Bella Kartika sebagai pemilik usaha Sepiak Belitong mengatakan perusahaannya berdiri 2010, dan pihaknya sudah pernah mengirimkan produk ke Malaysia dan juga bergabung dengan Shopee Malaysia, serta berkolaborasi dengan pelaku usaha Malaysia.

Desain Sepiak Belitong mengambil motif pantai dan kearifan lokal yang kala itu cukup banyak diminati konsumen pasar Malaysia, namun kerja sama tersebut sempat terhenti di masa pandemi.

Dari Kampung Katak yang diwakili Endang Sri Hastuti mengatakan produk usaha itu merupakan batik premium yang mengangkat motif kearifan lokal Babel, dan Batik Kampung Katak sejak Agustus 2020 bekerja sama dengan Sekolah Luar Biasa mengembangkan Program Dunia Usaha dan Industri.

Pada program itu, pihaknya memberikan pelatihan kepada para siswa/siswi berkebutuhan khusus untuk belajar membatik di bengkel kreatif Batik Kampung Katak, bahkan perusahaan itu juga merekrut karyawan tunarungu wicara.

Dalam pertemuan itu, Perwakilan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar menjelaskan karakteristik produk fesyen yang sesuai dengan permintaan pasar Malaysia adalah tidak menerima produk batik dalam bentuk kain.

Batik Indonesia dan Malaysia memiliki kemiripan mengingat asal-muasal dulunya merupakan budaya nusantara, contohnya motif tenun Kerajaan Pahang yang penenunnya juga didatangkan khusus dari Palembang yang memiliki keahlian khusus dan kekerabatan yang erat dengan kesultanan Pahang.

Dengan beberapa perbaikan yang perlu dilakukan, dia optimistis produk UMKM Babel bisa menembus pasar Malaysia karena sudah ada beberapa produk asal Indonesia yang sukses, seperti spageti wow, Tabole Bole dan produk fesyen Damakara.



Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Elza Elvia
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026