Pacitan, Jatim (ANTARA) - Satu warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia setelah gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah tersebut pada Jumat dini hari.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Radite Suryo Anggono mengatakan korban bernama Joko Santoso (53), warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo.

"Dampak gempa dini hari tadi, terdapat satu warga yang meninggal dunia," kata dia saat dikonfirmasi di Pacitan, Jumat.

Ia menjelaskan berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan, korban tidak meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Korban diduga mengalami kondisi kejut setelah gempa terjadi.

Menurut Radite, korban sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat gempa mengguncang dan bahkan masih sempat berbincang dengan tetangganya.

Namun ketika hendak kembali ke dalam rumah, korban tiba-tiba terjatuh.

"Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong. Dugaan sementara meninggal akibat syok," ujarnya.

Selain korban jiwa, BPBD Pacitan menerima laporan adanya kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Baca juga: Info gempa hari ini: Gempa dangkal guncang Kota Bandung Jumat siang

Baca juga: BPBD DIY: 40 orang dirawat akibat gempa Pacitan

Hingga Jumat siang, petugas masih melakukan pendataan dan pemantauan dampak gempa di seluruh kecamatan.

Gempa bumi bermagnitudo 6,4 tersebut terjadi pada Jumat, pukul 01.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,99 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila ditemukan kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan.

Baca juga: Korban luka di Bantul akibat gempa Pacitan menjadi 15 orang

Baca juga: Gempa Pacitan terasa hingga Jember, potensi kerusakan dipantau



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026