Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Benny Siga Butarbutar menegaskan bahwa esensi utama jurnalisme adalah menghadirkan fakta, kebenaran, dan tanggung jawab sosial kepada publik.
“Esensi jurnalistik itu harus menghadirkan fakta, kebenaran, dan juga sebuah kemampuan tanggung jawab sosialnya. Dia hadir untuk masyarakatnya, untuk kebenarannya, untuk faktanya,” kata Benny di sela peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 20206 yang digelar di Serang, Banten, Minggu.
Benny menilai peran jurnalisme dalam menghadirkan fakta bagi publik semakin krusial, khususnya di tengah era disrupsi informasi, maraknya hoaks, serta perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Lebih lanjut Benny mengatakan media sosial kerap disebut sebagai “pilar kelima demokrasi” meski demikian pers sebagai pilar keempat demokrasi mempunyai tugas menghadirkan pemberitaan berbasis fakta, netral, dan bertanggung jawab.
"Dia hadir untuk apa pers itu? Dia hadir untuk masyarakatnya, untuk kebenarannya, untuk faktanya. Karena pers sebagai pilar keempat demokrasi, karena pilar kelimanya media sosial," ujarnya.
Benny juga mengingatkan agar media senantiasa bersikap objektif dan selalu berfokus pada fakta, tidak terjebak pada praktik clickbait maupun ragebait yang hanya menonjolkan emosi demi menarik perhatian publik.
ia menilai kecepatan dalam menyampaikan informasi memang penting, namun tetap harus bijak dan bertanggung jawab.
“Cepat boleh, bahkan harus cepat, tapi dia berdasarkan sebuah pengalaman yang matang dan arus informasi yang dia miliki kuat. Jadi tidak sekadar marah, tapi juga ada pesan yang bijak, karena wartawan bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakatnya,” tuturnya.
Benny, yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro Antara di Tokyo, Jepang, berpendapat pencapaian tertinggi seseorang sebagai jurnalis adalah menjadi jurnalis yang bisa memberikan solusi bagi masyarakat.
“Level tertinggi jurnalisme adalah setelah investigative report, itu adalah thinking journalism. Wartawan yang mampu memberikan solusi,” tutur Benny.
Pewarta: Fianda Sjofjan RassatEditor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026